Kutukan VTuber Essie, Tim yang Didukung di Piala Dunia Langsung Kalah
Kutukan VTuber Essie di Piala Dunia 2026: setiap tim yang didukungnya kalah. Brasil, Meksiko, hingga Kolombia jadi korban. Kini Prancis ketakutan.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, BANTUL - Keberadaan racun jenis C yang menewaskan Naba Faiz Prasetya, 9, warga Salakan II, Bangunharjo, Sewon yang diduga merupakan Potasium Sianida mendapatkan sorotan dari ahli Farmakologi UGM, Ika Puspitasari.
Ika mengungkapkan seharusnya zat berbahaya ini tidak mudah didapatkan oleh masyarakat. Sebab, peredarannya sangat terbatas, yakni ada aturan yang mengatur penjualan dan pembelian zat yang sangat mematikan ini.
“Namun, dewasa ini ada yang dijual secara online, dengan harga yang terjangkau,” jelas Ika, Minggu (2/5/2021).
Sementara Polres Bantul sampai saat ini terus melakukan penyidikan terkait dengan kematian Naba. Selain telah mengetahui jika bumbu sate yang menewaskan siswa SD Muhammadiyah 4 Karangkajen ini mengandung racun jenis C, petugas juga telah memeriksa lima orang saksi.
Baca juga: Ini Imbauan Pemkab Bantul Agar Tragedi Sate Beracun Tak Terulang
Untuk ciri terduga pelaku, Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Ngadi menyatakan telah mendapatkannya. Hal itu berdasar keterangan saksi-saksi, penerima paket, hingga rekaman CCTV.
“Kami sudah dapatkan ciri-ciri pelaku,” ucap Ngadi.
Oleh karena itu, Ngadi menyatakan kemungkinan dalam waktu dekat, Polres Bantul segera merilis pelaku pemberi order takjil maut. "InsyaAllah," katanya.
Baca juga: Polisi Kantongi Identitas Pemberi Takjil Beracun
Terpisah, ayah Naba, Bandiman, 47, berharap polisi mengusut kematian anak keduanya ini.
“Kami berharap kasus ini diselesaikan tuntas, jangan sampai berhenti di tengah jalan," katanya.
Sebelumnya, Naba Faiz Prasetya dinyatakan meninggal dunia, Minggu (25/4/2021) setelah menyantap satai yang diduga beracun.
Sate tersebut diperoleh ayahnya, Bandiman, 47, yang merupakan ojek online dari wanita tak dikenal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kutukan VTuber Essie di Piala Dunia 2026: setiap tim yang didukungnya kalah. Brasil, Meksiko, hingga Kolombia jadi korban. Kini Prancis ketakutan.
Bupati Sukoharjo Etik Suryani diperiksa KPK usai OTT. Simak kronologi kasus dan daftar lengkap OTT KPK sepanjang 2026 yang makin panjang.
RANS Entertainment resmi IPO dan langsung ARA di hari pertama. Simak kinerja saham, dana yang dihimpun, dan rencana ekspansi bisnisnya.
Kurs rupiah menguat tipis ke Rp18.065 per dolar AS. Simak faktor global dan domestik yang memengaruhi pergerakan rupiah hari ini.
Satu Dekade Mengukir Warisan: Wujudkan Pertumbuhan Berkelanjutan Melalui Bank Jateng Borobudur Marathon
IHSG menguat ke 5.936 pada perdagangan pagi. Sentimen global, AI, dan proyeksi IMF jadi pendorong utama pasar saham hari ini.