Advertisement

Polisi Kantongi Identitas Pemberi Takjil Beracun

Jumali
Kamis, 29 April 2021 - 16:37 WIB
Sunartono
Polisi Kantongi Identitas Pemberi Takjil Beracun Ilustrasi keracunan - JIBI

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL - Polres Bantul segera merilis pelaku pemberi order takjil maut yang menewaskan Naba Faiz Prasetya, 9, warga Salakan II, Bangunharjo, Sewon.

"InsyaAllah," kata Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Ngadi, Kamis (29/4).

Menurut Ngadi, saat ini polisi telah mengantongi identitas dari pemberi order takjil dan berkoordinasi dengan Polresta Jogja. Sebab lokasi order berada di wilayah hukum Polresta Jogja.

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Polres Bantul juga belum memeriksa terduga pemberi takjil tersebut. Sejauh ini, petugas baru menyidik dan memadukan keterangan dari saksi dan rekaman  CCTV.

"Baru ciri-ciri, untuk identitasnya semoga tidak lama lagi," papar Ngadi.

Terkait hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan berupa bumbu, sate ayam dan lontong, Ngadi menyebutkan jika ada kandungan racun jenis C.

"Hasil sementara positif racun jenis C. Di bumbu dan sate yang ada bumbunya. Intinya di bumbunya," katanya.

Terkait dengan racun jenis C yang dimaksud, Ngadi enggan menjelaskan lebih lanjut. Begitu juga saat ditanya apakah racun jenis C adalah Sianida, Ngadi juga enggan banyak berkomentar.

"Silakan diartikan sendiri [soal kemungkinan racunnya adalah sianida]. Hasil sudah keluar hari ini, tapi fisiknya belum," lanjut Ngadi.

Advertisement

Menurut Ngadi, racun jenis C ini mudah didapatkan. Racun jenis ini terdapat di apotas dan obat tikus.

"Untuk jenisnya ada yang cair dan ada yang padat," kata Ngadi.

Polres, masih kata Ngadi selanjutnya akan berkoordinasi dengan laboratorium untuk mengirimkan hasil sebagai bahan penyidikan. Begitu juga dengan langkah autopsi, Polres berkoordinasi dengan kejaksaan, apakah hasil penyidikan sudah cukup.

Advertisement

"Apa perlu dengan bedah makam?," paparnya.

Ngadi mengungkapkan, sampai Kamis (29/4), Polres telah memeriksa sebanyak lima saksi. Sejauh ini petugas masih menelusuri terkait perempuan yang diduga memesan jasa Bandiman, 47, ayah Naba, secara offline.

"Untuk yang dituju, Tomi, kami dimintai keterangan secara lisan. Untuk umur Tomi sekitar 40 tahun," ucap Ngadi.

Sebelumnya, Naba Faiz Prasetya dinyatakan meninggal dunia, Minggu (25/4) setelah menyantap satai yang diduga beracun.

Advertisement

Sate tersebut diperoleh ayahnya, Bandiman, 47,  yang merupakan ojek online dari wanita tak dikenal.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Pengunjung FKY Tembus 39.000 Orang

Pengunjung FKY Tembus 39.000 Orang

Jogjapolitan | 9 hours ago

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Produk Turunan Sapi Tidak Boleh Masuk NTT, Ini Kata Peritel

News
| Senin, 26 September 2022, 06:37 WIB

Advertisement

alt

Ada Paket Wisata ke Segitiga Bermuda, Uang 100% Kembali Jika Wisatawan Hilang

Wisata
| Minggu, 25 September 2022, 11:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement