RSPS Bantul Soroti Masalah Rujukan BPJS, Ini Kendala Sering Dikeluhkan
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
Pemantauan harga sejumlah bahan pokok dan sejumlah komoditas lain di Pasar Beringharjo, Yogyakarta. /Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA--Pemda DIY mengklaim ketersediaan bahan pokok di Jogja cukup aman sehingga masyatakat tidak perlu khawatir apalagi sampai memborong bahan pokok.
Asisten Perekonomian Setda DIY, Tri Saktiana mengatakan dari hasil pemantauan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY di sejumlah pasar dan distributor bahan pokok di kabupaten dan kota di DIY. Hasilnya kebutuhan bahan pokok masih cukup melimpah menjelang Idulfitri ini.
“Pada umumnya ketersediaan bahan pokok lebih dari cukup,” kata Tri Saktiana, dalam jumpa pers di Kompleks Kepatihan, Senin (3/5/2021).
BACA JUGA : Jelang Ramadan, Harga Kebutuhan Pokok Cenderung Turun
Dia menyebutkan stok beras yang ada saat ini masih sekitar 40.426 ton, gula pasir 431 ton, minyak goreng 1.720 liter, daging kerbau sembilan ton, dan tepung terigu 16 ton. Data tersebut berdasarkan Bulog Kanwil DIY. Sementara data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, bawang merah 295,12 ton, sementara kebutuhan mingguan 652,59 ton; bawang putih 452,98 ton, sementara kebutuhan 182,65 ton.
Kemudian cabai merah kriting 243,13 ton, sementara kebutuhan 129,11; cabai rawit merah 183,97 ton, sementara kebutuhan mingguan105,35 ton; daging sapi 515,05 ton, sementara kebutuhan mingguan 456,89 ton; daging ayam ras 1.008,86 ton, kebutuhan mingguan731,98 ton; telur ayam ras 783,78 ton, kebutuhan mingguan 656,59 ton; gula pasir 1.424,50 ton, kebutuhan mingguan586,13 ton; dan minyak goreng17.592,79 liter, kebutuhan mingguan 491,78 liter.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Administrasi Perekonomian DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti memastikan ketersediaan bahan pangan memadai, fluktuasi harga masih dialami beberapa komoditas pangan dan distribusi lancar kecuali minyak goreng kemasan satu liter.
“Ada fluktuasi harga yang dialami beberapa komoditas, yakni daging ayam broiler, telur ayam dan minyak goreng yang harganya naik dipicu permintaan. Sebaliknya harga komoditas cabai mengalami tekanan [turun] karena produksi yang melimpah saat ini,” ujarnya.
BACA JUGA : Stok Kebutuhan Pokok di Kota Jogja Aman
Selain itu ketersediaan bahan bakar baik bahan bakar minyak (BBM) maupun elpiji di DIY juga dinilai cukup di wilayah DIY. Namun pihaknya perlu mewaspadai adanya permasalahan bahaya mudik saat pandemi yang menyebabkan peningkatan permintaan.
“Adanya potensi meningkatnya pemakaian bahan tambahan makanan/pangan dan bahan berbahaya hingga produk rusak dan expired yang masih diperjual belikan, kemudian meningkatnya konsumsi gas elpiji tiga kilogram dan BBM,” kata Ni Made.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
KPK memeriksa Kepala BPK Jateng Ahmad Luthfi H. Rahmatullah sebagai saksi kasus dugaan suap pengondisian audit Muara Enim.
Sebanyak 500 mahasiswa lolos Sleman Pintar 2026 dari 1.250 pendaftar. Danang Maharsa meminta penerima kuliah serius dan berprestasi.
243 reklame rokok ditemukan tak berizin dan tak bayar pajak di Kulonprogo. DPRD menyoroti potensi kebocoran PAD dari reklame.
Herlina Pakpahan meminta Srikandi Hanura turun langsung menyerap aspirasi perempuan melalui kaderisasi, pengabdian dan solidaritas.
Polda Metro Jaya mengungkap kronologi 49,85 ton kacang tanah ilegal asal India dari Pelabuhan Dumai hingga Jakarta Utara.