Jelang Ramadan, Harga Kebutuhan Pokok Cenderung Turun

Ilustrasi harga kebutuhan pokok - Harian Jogja/Dokumen
03 April 2021 05:47 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Sebelas hari menjelang Ramadan, Pemkab Bantul memastikan harga sejumlah kebutuhan pokok terpantau stabil. Bahkan, sejumlah harga kebutuhan pokok cenderung turun.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Bantul, Sukrisna Dwi Susanta mengatakan berdasarkan pemantauan yang digelat di lima pasar di Bantul, harga sejumlah kebutuhan pokok pada pekan keempat Maret 2021 cenderung stabil.

Hanya ada beberapa komoditas yang harganya naik seperti cabai merah besar yang naik dari Rp39.278 per kilogram menjadi Rp40.667 per kilogram, bawang merah naik dari Rp33.433 per kilogram menjadi Rp33.667 per kilogram. Sedangkan bawang putih cincau dari Rp22.375 per kilogram naik menjadi Rp23.500 per kilogram, dan bawang putih kating dari Rp26.133 per kilogram naik Rp233 menjadi Rp26.367 per kilogram.

“Begitu juga dengan kacang tanah yang naik Rp567 per kilogram dan jagung pipil kering naik Rp250 per kilogram. Untuk komoditas lainnya justru tetap. Bahkan untuk cabai rawit merah justru turun Rp16.133 per kilogram. Telur ayam negeri juga turun Rp1.283 per kilogram,” kata Sukrisna, Jumat (2/4/2021).

Kendati turun, Sukrisna mengatakan hal ini tidak memengaruhi rencana dari Disdag Bantul menggelar pasar murah pangan pokok pada 9 April mendatang. Pada pasar murah yang digelar di halaman Pendopo Parasamya kompleks Pemda 2 Manding Bantul, Disdag menggandeng Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY dan Bulog DIY. Adapun beberapa komoditas kebutuhan pokok yang dijual di antaranya gula pasir, minyak goreng, tepung terigu, dan kebutuhan pokok lain.

“Gula pasir dijual Rp11.500 per kilogram, tepung terigu Rp7.500 per kilogram, dan minyak goreng Rp12.500 per liter. Sedangkan sasaran dari pasar murah adalah masyarakat yang membutuhkan,” kata Sukrisna.

Sukrisna menegaskan kegiatan pasar murah digelar sebagai upaya memenuhi kebutuhan masyarakat jelang Ramadan. Karena, selama ini harga sejumlah komoditas cenderung naik saat bulan puasa. “Agar jangan sampai ada kenaikan yang signifikan,” ucap Sukrisna.