Advertisement
Long Weekend Imlek 2026, Pantai Glagah Sepi
Ilustrasi Pantai Glagah, Kulonprogo. - Istimewa.
Advertisement
Harianjogja.com, KULONPROGO—Momentum long weekend Imlek 2026 belum mampu mendongkrak kunjungan wisata Pantai Glagah di Kabupaten Kulonprogo. Hingga dua hari pertama libur panjang empat hari tersebut, jumlah wisatawan yang datang ke Pantai Glagah masih terpantau normal tanpa lonjakan signifikan.
Ketua Desa Wisata Glagah, Bayu Putro Puspo Pangaribowo, menyebut Februari memang identik dengan periode low season setelah lonjakan libur awal tahun. Karena itu, meski berdekatan dengan libur Imlek 2026, pergerakan wisatawan belum menunjukkan peningkatan berarti. “Seperti Februari tahun-tahun yang lalu memang low season setelah momen high season pada libur awal tahun. Jadi Februari kunjungannya cenderung normal tidak ada peningkatan signifikan di Pantai Glagah,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Minggu (15/2/2026).
Advertisement
Meski begitu, Bayu memperkirakan situasi tersebut tidak berlangsung sepanjang long weekend Imlek 2026. Ia memprediksi peningkatan kunjungan wisata Pantai Glagah akan terjadi pada Senin (16/2/2026) dan Selasa (17/2/2026). “Mungkin besok Senin sama Selasa prediksinya ada kenaikan karena menjelang Ramadan,” ucapnya. Ia menambahkan, secara tren tahunan terdapat kecenderungan kenaikan wisatawan satu hingga dua hari menjelang Ramadan.
Sementara itu, Waduk Sermo yang kini menjadi salah satu primadona destinasi wisata Kulonprogo justru mencatat tambahan pengunjung selama libur panjang Imlek 2026. Ketua Desa Wisata Sermo, Mujari, mengatakan wisatawan memanfaatkan momen tersebut untuk berkemah maupun sekadar menikmati suasana alam. “Hari ini ada penambahan pengunjung karena masa liburan Imlek yang dimanfaatkan wisatawan sebelum memasuki Ramadan,” ujarnya.
BACA JUGA
Namun demikian, Mujari mengakui masih terdapat kendala pada sistem retribusi. Posisi tempat pemungutan retribusi (TPR) yang berada di jalan umum menyebabkan banyak kendaraan hanya melintas tanpa masuk kawasan wisata. Hal itu menjadi evaluasi agar pengelolaan destinasi dapat lebih optimal pada masa mendatang.
Di sisi lain, dampak menjelang Ramadan juga mulai terasa di sejumlah pasar tradisional di Kulonprogo. Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia Komisariat Pasar Bendungan, Irawati Nugraheni, menyampaikan peningkatan kunjungan pembeli sudah terlihat sejak dua pekan sebelum Ramadan. “Momen ruwahan atau nyadran bikin masyarakat banyak yang datang untuk membeli kebutuhannya sehingga daya beli meningkat,” ujarnya.
Kendati demikian, ia menilai daya beli masyarakat belum stabil. Lonjakan transaksi biasanya hanya berlangsung satu hingga dua hari sebelum kembali menurun. Pada Minggu (15/2/2026), misalnya, daya beli kembali turun setelah sempat meningkat pada Kamis hingga Jumat sebelumnya.
Menurut Irawati, ramainya Pasar Bendungan menjelang Ramadan tidak hanya berdampak pada pedagang sembako. Seluruh jenis pedagang ikut merasakan imbas positif, termasuk pedagang pakaian. “Secara kunjungan meningkat bisa dilihat dari kendaraan masuk pasar yang parkir meningkat otomatis daya beli konsumen meningkat. Seluruh pedagang kena imbas positifnya termasuk saya yang berjualan pakaian,” tegasnya.
Ia mengungkapkan banyak ibu-ibu membeli pakaian untuk keperluan nyekar karena tradisi menjelang Ramadan kerap diisi dengan ziarah ke makam orang tua yang telah meninggal dunia, sehingga dinamika ekonomi pasar ikut bergerak seiring situasi wisata Kulonprogo pada long weekend Imlek 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal DAMRI Buka Rute Jogja-Semarang, Minggu 15 Februari 2026
- Jadwal KA Bandara YIA Reguler dan Xpress Minggu 15 Februari 2026
- Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo, Minggu 15 Februari 2026
- Prakiraan Cuaca DIY Minggu 15 Februari 2026: Hujan Ringan di 4 Wilayah
- Cek Jalur Trans Jogja, Minggu 15 Februari 2026
Advertisement
Advertisement








