Advertisement

Cuaca Ekstrem Terjang DIY, Longsor dan Pohon Tumbang Meluas

Lugas Subarkah
Senin, 16 Februari 2026 - 22:57 WIB
Abdul Hamied Razak
Cuaca Ekstrem Terjang DIY, Longsor dan Pohon Tumbang Meluas Salah satu dampak cuaca ekstrim di Sleman, sebuah pohon menimpa rumah, Senin (16/2/2026). - Ist BPBD Sleman

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA— Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sejak Minggu (15/2/2026) malam hingga Senin (16/2/2026) siang menimbulkan berbagai kerusakan di seluruh kabupaten dan kota.

Kepala Bidang Penanganan Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah DIY (BPBD DIY), Tito Asung Kumoro Wicaksono, mengatakan berdasarkan pemantauan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops), cuaca ekstrem berdampak luas dengan karakter kejadian bervariasi di tiap wilayah.

Advertisement

“Berdasarkan pantauan Pusdalops se-DIY, cuaca ekstrem menimbulkan dampak di seluruh kabupaten dan kota,” ujarnya, Senin.

Di Kabupaten Kulonprogo, tanah longsor tercatat terjadi di 12 lokasi yang tersebar di lima kapanewon, yakni Kokap, Nanggulan, Pengasih, Girimulyo, dan Samigaluh. Longsor tersebut berdampak pada tujuh rumah warga, tujuh titik akses jalan, serta satu jaringan irigasi. Selain itu, cuaca ekstrem di Kapanewon Panjatan dan Sentolo menyebabkan kerusakan satu rumah, satu jaringan listrik, dan satu jaringan internet.

Sementara di Kota Yogyakarta, kejadian tercatat di tiga kemantren, yakni Kraton, Ngampilan, dan Gondokusuman, dengan total empat titik lokasi. Angin kencang mengakibatkan atap dua rumah dan satu mobil rusak, sedangkan tanah longsor di dua titik berdampak pada dua rumah dan satu aliran sungai.

“Akibat kejadian tersebut, empat orang mengalami luka ringan dan 16 jiwa terpaksa mengungsi,” ungkap Tito.

Di Kabupaten Gunungkidul, cuaca ekstrem berdampak di Kapanewon Wonosari, Karangmojo, dan Panggang. Dampak yang tercatat meliputi tiga pohon tumbang, dua rumah rusak, satu jembatan terdampak, dua jaringan listrik, dua jaringan internet, satu akses jalan, serta satu aliran sungai.

Adapun di Kabupaten Bantul, tanah longsor terjadi di satu titik di Kapanewon Kasihan. Longsor tersebut merusak satu bangunan pemerintah di Bandiklat Gunung Sempu serta satu rumah warga.

Sementara itu, Kabupaten Sleman menjadi wilayah dengan jumlah kejadian terbanyak. Cuaca ekstrem dan tanah longsor tercatat di 25 lokasi yang tersebar di tujuh kapanewon, yakni Sleman, Depok, Ngemplak, Ngaglik, Pakem, Prambanan, dan Gamping. Dari jumlah tersebut, tujuh titik merupakan longsor, sedangkan 18 titik lainnya akibat angin kencang.

Dampak di Sleman meliputi delapan rumah rusak, dua fasilitas pemerintah, satu pondok pesantren, satu kandang ternak, dua akses jalan, satu jaringan listrik, satu jaringan internet, satu papan reklame, 12 pohon tumbang, serta satu papan penunjuk arah.

BPBD DIY bersama petugas dan relawan gabungan telah melakukan sejumlah langkah penanganan, mulai dari pendataan, koordinasi lintas unsur, kerja bakti, pembersihan pohon tumbang, hingga penyaluran logistik kerja bakti dan pemasangan terpal darurat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Jemaah Tarekat Naqsyabandiyah Padang Laksanakan Tarawih Perdana

Jemaah Tarekat Naqsyabandiyah Padang Laksanakan Tarawih Perdana

News
| Senin, 16 Februari 2026, 22:47 WIB

Advertisement

Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan

Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan

Wisata
| Senin, 16 Februari 2026, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement