PSEL Piyungan Butuh 1.000 Ton Sampah, Bantul Kebagian 250 Ton
Kabupaten Bantul akan memasok 250 ton sampah per hari untuk mendukung operasional PSEL Piyungan yang ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2028.
Foto ilustrasi siswa sekolah. - Foto dibuat oleh AI Freepik
Harianjogja.com, BANTUL— Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Bantul melakukan penyesuaian pola pembelajaran selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi. Kebijakan ini diterapkan untuk menjaga efektivitas belajar sekaligus menyesuaikan kondisi fisik dan psikologis peserta didik selama berpuasa.
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Bantul Nugroho Eko Setyanto mengatakan, pengaturan pembelajaran tersebut mengacu pada Surat Edaran Bersama tiga kementerian yang mengatur penyelenggaraan pendidikan selama Ramadan.
“Pelaksanaan pembelajaran selama Ramadan telah diatur melalui surat edaran bersama kementerian. Kami menyesuaikan jadwal agar proses belajar tetap efektif dan ramah bagi peserta didik,” ujar Nugroho, Senin (16/2).
Ia menjelaskan, pada 18–21 Februari 2026, peserta didik melaksanakan pembelajaran mandiri. Kegiatan belajar dilakukan di lingkungan keluarga, tempat ibadah, maupun masyarakat dengan penugasan yang diberikan masing-masing satuan pendidikan.
Setelah itu, pembelajaran tatap muka kembali digelar mulai 23 Februari hingga 14 Maret 2026 dengan pengurangan durasi jam pelajaran. Untuk jenjang Taman Kanak-kanak, satu jam pelajaran berlangsung selama 25 menit, Sekolah Dasar 30 menit, Sekolah Menengah Pertama 35 menit. Sementara pendidikan kesetaraan Paket A dialokasikan 30 menit, Paket B 35 menit, dan Paket C 40 menit per jam pelajaran.
Selain fokus akademik, Nugroho menyebut sekolah didorong mengisi kegiatan Ramadan dengan aktivitas penguatan karakter, keimanan, dan ketakwaan. Bagi siswa beragama Islam, kegiatan seperti tadarus Al-Qur’an, pesantren kilat, hingga kajian keislaman dianjurkan untuk dilaksanakan secara terstruktur.
Selama Ramadan, satuan pendidikan juga diminta mengurangi aktivitas yang membutuhkan fisik berat, seperti Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) maupun kegiatan kepanduan. Guru diharapkan mengoptimalkan asesmen formatif untuk memantau perkembangan belajar siswa.
“Sekolah perlu memberikan perhatian khusus kepada anak berkebutuhan khusus dan peserta didik yang berpotensi mengalami ketertinggalan pembelajaran,” jelas Nugroho.
Adapun libur Idulfitri ditetapkan pada 16–20 Maret serta 23–27 Maret 2026. Selama masa libur tersebut, peserta didik diharapkan memanfaatkan waktu untuk bersilaturahmi dengan keluarga dan masyarakat guna memperkuat persaudaraan sosial.
Kegiatan pembelajaran di sekolah dijadwalkan kembali berlangsung pada 30 Maret 2026. Nugroho juga menekankan pentingnya pengamanan aset pendidikan selama libur Idulfitri melalui pengaturan petugas piket dan koordinasi dengan pihak terkait.
“Satuan pendidikan wajib menyediakan kanal pelaporan bagi orang tua atau wali murid yang membutuhkan informasi maupun ingin melaporkan kondisi keselamatan peserta didik,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kabupaten Bantul akan memasok 250 ton sampah per hari untuk mendukung operasional PSEL Piyungan yang ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2028.
PSEL Legok Nangka senilai Rp7,2 triliun mulai dibangun di Kabupaten Bandung. Proyek ini akan mengolah 2.131 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 40,79 M
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 30 Juli 2026 tersedia 15 perjalanan dengan tarif Rp8.000. Cek jam keberangkatan tiap stasiun.
Ilmuwan menemukan spesies dinosaurus baru berusia 210 juta tahun di Zimbabwe. Temuan ini membuka wawasan baru tentang evolusi dinosaurus awal di Afrika.
Myanmar mengesahkan UU Anti-Penipuan Daring yang mempercepat pembekuan rekening dan menjatuhkan hukuman hingga hukuman mati bagi pelaku.
Sebanyak 287 pelajar mengikuti KAP Kota Jogja 2026. PASI Kota Jogja menargetkan menjadi juara umum POPDA 2029 melalui pembinaan atlet berkelanjutan.