Gunungkidul Siap Pasok Kebutuhan Hewan Kurban DIY dan Sekitarnya
Bupati Gununungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih menyatakan hewan kurban di Bumi Handayani mengalami surplus sehingga siap memenuhi kebutuhan di luar daerah.
Ilustrasi/Istimewa-Dok.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Memasuki musim kemarau, warga di Kalurahan Purwodadi, Tepus, Gunungkidul, diminta mewaspadai ancaman serangan hewan liar terhadap ternak. Hampir setiap tahun puluhan ternak mati karena menjadi korban keganasan hewan liar.
Tahun lalu sekitar 30 kambing mati digigit hewan liar. Lurah Purwodadi, Sagiyanto mengatakan di wilayahnya sering terjadi peristiwa kematian kambing secara misterius dengan bekas luka gigitan di bagian leher, paha atau perut.
BACA JUGA: Sultan Izinkan Warga DIY Mudik Lokal
Kematian terjadi karena ternak kehabisan darah. Namun, dagingnya tetap utuh. Terkadang pula ada usus yang terburai.
“Paling banyak terjadi saat kemarau. Tahun lalu ada sekitar 30 kambing yang jadi korban,” katanya, Rabu (5/5).
Meski serangan hampir terjadi setiap tahunnya, hingga sekarang belum ada warga melihat secara pasti hewan yang menyerang ternak-ternak milik warga. Menurut dia, serangan terjadi karena kebiasaan masyarakat yang memelihara kambing di ladang. Pada malam hari, warga tidak bisa mengawasi secara penuh.
“Memang saat ini belum ada ternak jadi korban. Tapi, tetap harus diwaspadai karena pengalaman tahun-tahun sebelumnya, saat kemarau serangan hewan liar mengalami peningkatan,” katanya.
BACA JUGA: Ada KUR Rp100 Juta Tanpa Jaminan dengan Bunga 3%! Ini Cara Mendapatkannya
Jogoboyo Kalurahan Purwodadi Suyanto mengatakan warga memelihara ternak di ladang yang jauh dari perumahan agar mudah memberikan pakan. “Ada ratusan yang dipelihara di ladang,” katanya.
Menurutnya, ada beberapa cara untuk menghindari serangan hewan liar. Salah satunya dengan memindahkan area kadang mendekat ke perumahan saat musim kemarau sehingga mudah diawasi. Adapun cara lainnya adalah memperkuat kandang agar tidak mudah dirusak. “Yang jelas kami terus mengimbau kepada warga untuk terus waspada terhadap potensi serangan hewan liar,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Gununungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih menyatakan hewan kurban di Bumi Handayani mengalami surplus sehingga siap memenuhi kebutuhan di luar daerah.
Honda mencatat rugi pertama sejak IPO akibat EV. Kerugian capai Rp45,9 triliun, proyek Kanada ditunda, target EV diubah.
Gempa M6,3 guncang Jepang timur laut. Shinkansen dihentikan, Miyagi terdampak, namun PLTN Fukushima dilaporkan aman.
Perdagangan hewan kurban di Bantul naik jelang Iduladha 2026. Kambing paling diminati, omzet pedagang diprediksi melonjak.
Indomobil eMotor hadirkan 4 motor listrik di Jogja. Adora, Tyranno, Sprinto tawarkan fitur modern mulai Rp25 jutaan.
Arema FC hajar PSBS Biak 5-2 di Bantul. Joel Vinicius dan Dalberto cetak brace, trio Brasil jadi kunci kemenangan.