Puluhan Mahasiswa UNJ Kunjungi Harian Jogja
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Kawasan pertokoan Jl. Urip Sumoharjo pukul 21.00 WIB terlihat tutup mengikuti instruksi PPKM Mikro pada Sabtu (13/2/2021). /Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, JOGJA-Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji menyatakan Pemda DIY memutuskan untuk memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berbasis mikro hingga 17 Mei mendatang. Alasannya karena PPKM berbasis mikro dianggap berhasil menekan penularan Covid-19.
“Ya cukup berhasil dari program pembatasan PPKM tingkat kabupaten sebelumnya lebih berhasil yang [PPKM] berbasis mikro,” kata Baskara Aji, Rabu (5/5/2021).
Baskara AJi mengatakan PPKM berbasis mikro dianggap berhasil karena di Jogja walaupun kasus Covid-19 masih cukup tinggi namun ada kecendrungan menurun. Berdasarkan evaluasi nasional dari 30 provinsi yang menggelar PPKM berbasis mikro, kata dia, ada kecendrungan angka kasusnya menurun dibanding provinsi lain yang tidak menyelenggarakan PPKM berbasis mikro.
“Privinsi lain yang tidak PPKM kecendrungan naik seperti Bengkulu, Sulawesi Selatan, Sumatera Barat, Sumatera Utara, PPKM semuala kan Jawa Bali, mereka yang tapa PPKM [kasus Covid-19] naik tinggi,” ujar Baskara Aji.
Lebih lanjut mantan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) ini mengatakan bahwa PPKM berbasis mikro tujuan utamanya adalah menggiatkan masyarakat untuk menjaga protokol kesehatan dan tidak berkerumun. Masyarakat sendiri yang saling mengingatkan.
Walau pun tanpa program PPKM, kata dia, sepanjang masyaakat dapat mengikuti protokol kesehatan kasus Covid-19 akan berkurang, “Seseorang yang banyak bergaul dengan orang lain sementara dirinya tidak sadar termasuk pengidap [Covid-19] akan menyebarkan kemana-mana. Kita bisa jaga pakai masker terus, ketemu orag yang positif pun kalau pakai masker aman, itu yang haus dilakukan,” katanya.
BACA JUGA: Kasus Sate Beracun: Tomy dan Istrinya Jadi Target Pemeriksaan Polisi
Terkait masih munculnya klaster penularan dari komunitas, Baskara Aji tidak menampiknya, namun hal tersebut kasuistik. Klaster muncul karena kelalaian masyarakat. Masyarakat jangan hanya mengandalkan Satpol PP atau petugas dari Satgas Covid-19 untuk mengingatkan terus protokol kesehatan karena jumlah petugas sangat terbatas.
Menurut dia, masyarakat sendiri tidak boleh abai terhadap protokol kesehatan, karena jika abai dan teledor kasus Covid-19 tidak akan berhenti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Sampah mulai mencemari kawasan Jembatan Kabanaran Kulonprogo hingga masuk saluran irigasi. DLH mengingatkan PKL dan pengunjung lebih peduli kebersihan.
Celine Evangelista mengaku telah menikah lagi dengan pria saleh. Ia beralasan mengikuti sifat taghaful dalam Islam, cukup syiarkan ke keluarga dan sahabat terde
Viral! Messi adu mulut dengan wasit di Piala Dunia 2026 dan minta bicara sopan. Argentina tetap menang 3-1 atas Swiss dan melaju ke semifinal.
Marc Marquez menang MotoGP Jerman 2026 di Sachsenring, Alex Marquez crash di lap 10. Ogura dan Fernandez di podium. Simak hasil dan analisisnya.
BTS "Swim" digugat di AS karena dituding jiplak lagu demo. BigHit Music bantah keras dan siap tempuh hukum. Musikolog Ed Sheeran jadi saksi ahli.