Kurangi Emisi Lintas Laju Urban, KAI Commuter Raih Penghargaan di JBBA
KAI Commuter Indonesia (KCI) Wilayah 6 dianugerahi penghargaan bergengsi dalam ajang Jogja Brand and Business (JBBA) 2026, Rabu (15/7)
Kawasan pertokoan Jl. Urip Sumoharjo pukul 21.00 WIB terlihat tutup mengikuti instruksi PPKM Mikro pada Sabtu (13/2/2021). /Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, JOGJA-Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji menyatakan Pemda DIY memutuskan untuk memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berbasis mikro hingga 17 Mei mendatang. Alasannya karena PPKM berbasis mikro dianggap berhasil menekan penularan Covid-19.
“Ya cukup berhasil dari program pembatasan PPKM tingkat kabupaten sebelumnya lebih berhasil yang [PPKM] berbasis mikro,” kata Baskara Aji, Rabu (5/5/2021).
Baskara AJi mengatakan PPKM berbasis mikro dianggap berhasil karena di Jogja walaupun kasus Covid-19 masih cukup tinggi namun ada kecendrungan menurun. Berdasarkan evaluasi nasional dari 30 provinsi yang menggelar PPKM berbasis mikro, kata dia, ada kecendrungan angka kasusnya menurun dibanding provinsi lain yang tidak menyelenggarakan PPKM berbasis mikro.
“Privinsi lain yang tidak PPKM kecendrungan naik seperti Bengkulu, Sulawesi Selatan, Sumatera Barat, Sumatera Utara, PPKM semuala kan Jawa Bali, mereka yang tapa PPKM [kasus Covid-19] naik tinggi,” ujar Baskara Aji.
Lebih lanjut mantan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) ini mengatakan bahwa PPKM berbasis mikro tujuan utamanya adalah menggiatkan masyarakat untuk menjaga protokol kesehatan dan tidak berkerumun. Masyarakat sendiri yang saling mengingatkan.
Walau pun tanpa program PPKM, kata dia, sepanjang masyaakat dapat mengikuti protokol kesehatan kasus Covid-19 akan berkurang, “Seseorang yang banyak bergaul dengan orang lain sementara dirinya tidak sadar termasuk pengidap [Covid-19] akan menyebarkan kemana-mana. Kita bisa jaga pakai masker terus, ketemu orag yang positif pun kalau pakai masker aman, itu yang haus dilakukan,” katanya.
BACA JUGA: Kasus Sate Beracun: Tomy dan Istrinya Jadi Target Pemeriksaan Polisi
Terkait masih munculnya klaster penularan dari komunitas, Baskara Aji tidak menampiknya, namun hal tersebut kasuistik. Klaster muncul karena kelalaian masyarakat. Masyarakat jangan hanya mengandalkan Satpol PP atau petugas dari Satgas Covid-19 untuk mengingatkan terus protokol kesehatan karena jumlah petugas sangat terbatas.
Menurut dia, masyarakat sendiri tidak boleh abai terhadap protokol kesehatan, karena jika abai dan teledor kasus Covid-19 tidak akan berhenti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KAI Commuter Indonesia (KCI) Wilayah 6 dianugerahi penghargaan bergengsi dalam ajang Jogja Brand and Business (JBBA) 2026, Rabu (15/7)
Mikrodrama makin populer dan mulai dilirik Hollywood. Durasi pendek membuat format ini mampu menarik penonton sekaligus menjadi bisnis besar.
Saham BYD anjlok hampir 5% setelah kinerja semester I 2026 tertekan. Simak pendapatan, laba, ekspor, dan proyeksi BYD.
Harga BBM Pertamina 1 September 2026 berubah. Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex naik, sementara Pertamax tetap.
Jadwal Indonesia Masters 2026 hari ini, Selasa 1 September, menampilkan puluhan wakil Indonesia di Court 1 hingga Court 4.
Kebocoran data Steam 13 TB ungkap game Valve tak dirilis, mulai Weaponizer Half-Life 2 Episode 3 hingga build awal CS:GO. Simak temuan lengkapnya!