Cek Rute Trans Jogja Hari Ini: Pembayaran Nontunai Mulai Rp500
Rute Trans Jogja September 2026 lengkap dari Jalur 1A hingga 15, beserta tarif tiket nontunai, reguler, pelajar Rp500, dan syarat pembayarannya.
Tersangka Nani Aprilliani Nurjaman-Harian Jogja - Jumali
Harianjogja.com, BANTUL – Ponsel mati menjadi alasan polisi kesulitan melacak keberadaan seorang lelaki berinisial R yang memberi ide kepada Nani Aprilliani Nurjaman, 25, mengirimkan satai beracun kepada Tomi.
Meski telah lima hari mengetahui nomor handphone R, sampai saat ini polisi belum bisa mendapatkan identitas dari R.
"Handphonenya mati sejak Sabtu (1/5) [ sehari setelah Na ditangkap oleh polisi]. Sejauh ini keberadaan R masih kami dicari. Kami masih memantau handphonenya supaya bisa menemukan posisinya," kata Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Ngadi di ruang kerjanya, Rabu (5/5/2021).
BACA JUGA : Polresta Jogja Bakal Proses T Jika Terbukti Nikahi Siri N Pengirim Sate Beracun
Ia mengatakan tersangka Nani tidak pernah mengetahui alamat rumah dan tempat kerja dari R. "Namun, menurut dia, R ini pingin tahu banyak tentang dia. Tapi, dia kesulitan mencari tahu siapa R," katanya.
Terkait curhat yang biasa dilakukan Nani dengan R, Ngadi mengakui jika curhat dilakukan saat keduanya bertemu.
"Curhat keduanya per darat tidak lewat handphone. Pas ngobrol-ngobrol itu. Sambil refleksi tadi," jelasnya.
Menurut Ngadi, dari pengakuan Nani, tidak diketahui secara pasti profesi dari R. Nani, kata Ngadi hanya menyebut R sebagai pelanggan salon seperti lainnya. Begitu juga saat disinggung mengenai hubungan antara Tomi dengan R, Ngadi enggan banyak berkomentar. Ngadi menyatakan keduanya adalah pelanggan dari Nani.
"Pengakuannya itu pelanggan. Sama-sama pelanggan," ucap Ngadi.
Penyidik Polresta
Polres Bantul memastikan melakukan pendalaman terhadap target satai beracun yang dikirimkan Nani Aprilliani Nurjaman, 25, yakni Tomy, penyidik Polresta Jogja. Selain Tomy, polisi juga tidak menutup kemungkinan memeriksa istri Tomy.
BACA JUGA : Kasus Sate Beracun: Tomy dan Istrinya Jadi Target Pemeriksaan Polisi
"Kemungkinan itu bisa saja [memanggil istri Tomy]," kata Ngadi
Ngadi sendiri membantah jika terkesan lamban dalam memeriksa Tomy. Menurutnya setelah Nani ditangkap polisi langsung mengambil keterangan dari Tomy. "Pemeriksaan secara lisan sudah. Nanti tinggal melengkapi saja," kilah Ngadi.
Ngadi menegaskan, Tomy akan segera dipanggil penyidik dan detail pemeriksaan akan dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP). "Nanti secara detail tertulis siapkan BAP. Soal kapan? Nanti saya konfirmasi dengan penyidik," ucapnya.
Ngadi mengungkapkan, pemeriksaan terhadap Tomy nantinya tidak hanya mencakup mengenai hubungannya dengan Nani, tapi juga status keduanya. Apakah benar nikah siri atau tidak?
"Nanti kami juga dalami itu rumah beli dari mana? Kami akan konfirmasi. Apakah dari yang disebut tadi [Tomy] atau ada dari usaha sendiri. Atau ada dari orang lagi yang membelikan rumah itu," ucap Ngadi.
Ngadi juga mengungkapkan jika tidak ada pengamanan khusus bagi keluarga Tomy yang sempat menjadi target satai beracun. "Pemantauan lebih insentif saja," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rute Trans Jogja September 2026 lengkap dari Jalur 1A hingga 15, beserta tarif tiket nontunai, reguler, pelajar Rp500, dan syarat pembayarannya.
Polda Metro Jaya membongkar sindikat sabu di Tambun Selatan, Bekasi. Lima tersangka ditangkap dan polisi menyita sabu serta senjata api.
Jetour T2 i-DM resmi dibanderol Rp696 juta di GIIAS Bandung. SUV PHEV ini mengusung teknologi Intelligent Dual Mode.
Tim SAR memperluas pencarian rombongan jurnalis hilang kontak di Selat Sunda ke sisi utara Gunung Anak Krakatau dengan mempertimbangkan arus dan angin.
AI frontier mempercepat eksploitasi celah keamanan. F5 menilai perusahaan perlu memperkuat deteksi dan perlindungan otomatis.
Filipina dan China kembali saling kritik soal sengketa Laut China Selatan. Menhan Gilberto Teodoro membalas pesan China terkait arbitrase.