Peridot Klaten Kembali ke Akar Kopi Setelah Hampir 12 Tahun Berjalan
Hampir 12 tahun Peridot Coffee and Eatery Klaten bertahan mengikuti perubahan tren kopi, dari mesin espresso hingga konsep slowbar.
Kojari membagikan 100 paket takjil kepada masyarakat di Jogja, Senin (10/5) ist
Harianjogja.com, JOGJA- Sebagai miniatur keragaman budaya dan etnis, masyarakat Jogja harus menjunjung toleransi dan kemajemukan. Segala bentuk intoleransi dan paham radikalisme tidak boleh berkembang subur di wilayah DIY.
Ketua Komunitas Jogja Anti Radikalisme dan Intoleransi (Kojari) Riski Hidayatul Harahap mengatakan ancaman intoleransi dan radikalisme harus diantisipasi karena merongrong persatuan dan kesatuan Indonesia.
"Masyarakat Jogja sebagai barometer dan miniatur Indonesia dengan segala keragamannya, harus mencegah munculnya kelompok-kelompok intoleran dan juga paham radikalisme," kata Riski di sela-sela pembagian takjil sekitar Tugu Jogja, Senin (10/5/2021).
Kojari, lanjutnya, akan bersinergi dengan aparat dan kelompok-kelompok yang menjunjung toleransi di Jogja untuk bersama-sama menjaga kemajemukan, menghormati semua etnis, agama dan menjunjung Pancasila. Edukasi kepada masyarakat di lingkungan paling kecil mulai RT/RW hingga kalurahan akan terus dilakukan.
"Kami akan bekerjasama dengan pemuka agama, tokoh masyarakat untuk terus melakukan edukasi kepada masyarakat untuk ikut membendung dan tidak terpengaruh dengan paham-paham radikal dan intoleran," katanya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hampir 12 tahun Peridot Coffee and Eatery Klaten bertahan mengikuti perubahan tren kopi, dari mesin espresso hingga konsep slowbar.
Bulog mengingatkan penerima tidak menjual beras bantuan pemerintah. Bantuan pangan Oktober-Desember 2026 juga direncanakan kembali disalurkan.
Mengenang konser Guruh Gipsy di Synchronize Fest 2025 yang menjadi penampilan pertama dan terakhir Guruh Sukarnoputra bersama personel asli.
Timnas Indonesia menang 2-0 atas Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026. Garuda selanjutnya menghadapi Malaysia dan Bangladesh di Grup A.
Prabowo Subianto menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Guruh Soekarnoputra yang meninggal pada usia 73 tahun di Jakarta.
Menaker Yassierli mendorong generasi muda memperkuat kompetensi, reskilling, upskilling, dan kemampuan adaptasi menghadapi perubahan dunia kerja.