Ahli Waris Pekerja Padat Karya Sleman Terima Santunan Rp74 Juta dari BPJamsostek
Ahli waris pekerja padat karya di Sleman menerima santunan JKM Rp74 juta. Capaian UCJ Sleman hingga Oktober 2026 mencapai 36,48%.
Kepala Dinkes Sleman Joko Hastaryo-Harian Jogja/Abdul Hamid Razak\r\n
Harianjogja.com, SLEMAN- Kasus kematian akibat Covid-19 di Sleman meningkat belakangan ini. Pemkab menduga virus Corona varian baru sudah masuk ke wilayah ini.
Lonjakan kasus kematian di Sleman terus berlanjut. Satgas Covid-19 DIY melaporkan adanya 6 kasus kematian pasien pada Sabtu (22/5/2021). Total kasus kematian di Sleman saat ini mencapai 457 kasus.
Tambahan tersebut menambah jumlah daftar pasien yang meninggal akibat Covid-19 di Sleman. Terhitung sejak lebaran 13 Mei hingga 10 hari terakhir total 38 warga Sleman yang meninggal dunia akibat Covid-19.
Rinciannya, pada 13 Mei sebanyak 0 kasus, 14 Mei (10 kasus), 15 Mei (4 kasus), 16 Mei (4 kasus), 17 Mei (4 kasus), 18 Mei (2 kasus), 19 Mei (4 kasus), 20 Mei (3 kasus), 21 Mei (3 kasus) dan 22 Mei (6 kasus) total 38 kasus kematian dalam 10 hari terakhir.
Data kematian ini berbeda dengan data Satgas Covid DIY yang mencatat kasus kematian di Sleman sejak 13 Mei hingga 23 Mei sebanyak 44 kasus. Namun demikian rata-rata kasus kematian warga Sleman didominasi para lansia.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo selain didominasi para lansia kasus kematian terjadi setelah pasien Covid-19 dirawat di rumah sakit. "Setelah kelihatan sembuh, dirawat di rumah justru meninggal dunia. Ada juga pasien yang meninggal saat menjalani isolasi mandiri di rumah. Kelihatannya sehat tapi justru akhirnya meninggal," kata Joko, Sabtu (23/5/2021).
BACA JUGA: Cuaca Ekstrem Terjadi Saat Ultramarathon di China, 21 Pelari Tewas
Joko menduga, korban yang meninggal dunia terkena Covid-19 dari virus varian baru. Dugaannya didasarkan pada cepatnya proses penularan kepada pasien. Hanya saja Joko mengaku masih membutuhkan data spesifik terkait virus varian baru ini.
"Ini masih dugaan ya karena [virus Corona varian baru] saat masuk ke dalam saluran napas langsung menyebabkan paru-parunya putih. Langsung menyebar cepat sekali," katanya.
Padahal ketika kapasitas paru-paru 70% tidak berfungsi, kata Joko, maka saturasinya menurun sehingga berakibat fatal. Joko menjelaskan masa inkubasi virus varian baru ini juga lebih cepat.
Jika sebelumnya masa inkubasi dari virus masuk sampai bergejala 5-7 hari, maka untuk varian baru masa inkubasinya bisa 3 hari.
"Kalau dulu ada klasifikasi gejala ringan, sedang dan berat saat ini yang OTG [tanpa gejala] bisa langsung bergejala berat. Sekali lagi saya belum bisa menyimpulkan ini sudah ada varian baru karena butuh pembuktian," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ahli waris pekerja padat karya di Sleman menerima santunan JKM Rp74 juta. Capaian UCJ Sleman hingga Oktober 2026 mencapai 36,48%.
Prabowo menerima 250 anggota Kadin dan 400 peserta P3MDI di Hambalang. Kadin melaporkan investasi domestik hampir Rp2.000 triliun.
Penambang pasir Sungai Progo berharap pemerintah menerbitkan Rekomtek pompa mekanik. PPRY juga menyalurkan 250 paket sembako di Gulurejo.
Prakiraan cuaca DIY Minggu 1 November 2026 didominasi berawan. Kulon Progo udara kabur, suhu berkisar 22–31 derajat Celsius.
Manchester United kalah 2-0 dari Chelsea di Liga Inggris. Kekalahan ini memperpanjang catatan sembilan laga tanpa kemenangan Setan Merah.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.