Tim Gabungan Tangani Karhutla di Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani
Meski api telah berhasil dikendalikan, petugas tetap melanjutkan proses mopping up atau penyisiran lokasi
Para peserta didik sedang melakukan kegiatan dalam PTM hari pertama di SMKN 1 Jogja, Senin (19/4/2021)./Harian Jogja-Sirojul Khafid
Harianjogja.com, JOGJA—Gubernur DIY Sri Sultan HB X meminta semua sekolah tidak menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) sebelum guru menjalani vaksinasi sampai dosis kedua.
“Yang penting itu guru harus sudah divaksin,” kata Sultan di Kompleks Kepatihan, Senin (24/5/2021).
BACA JUGA: Jalur Kereta Bandara YIA Hampir Selesai
Syarat guru harus divaksin sebelum PTM tidak hanya berlaku bagi sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK), tetapi semua sekolah sampai jenjang sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah dasar (SD) yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten dan kota.
Selain vaksinasi guru, sarana prasarana protokol kesehatan yang ada di sekolah juga harus terpenuhi sebelum menggelar PTM. Hal tersebut untuk menghindari terjadinya penularan Covid-19 di sekolah.
Menurut Sultan, syarat PTM harus benar-benar ketat agar tidak terjadi klaster penularan Covid-19 di sekolah, “Kalau yang belum memenuhi syarat dan gurunya belum divaksin, sekolah tidak boleh dibuka demi menjaga anak didik kita. Jadi ini memang perlu, kasihan nanti kalau terjadi klaster,” ucap Sultan.
Saat ini sekolah yang menggelar PTM baru sembilan sekolah percontohan untuk SMA dan SMK, yakni MAN 1 Pajangan Bantul, SMAN 1 Gamping Sleman, SMKN 1 Wonosari Gunungkidul, SMKN 1 Jogja, SMAN 1 Sentolo Kulonprogo, SMAN 2 Playen Gunungkidul, SMKN 1 Pengasih Kulonprogo, SMKN 1 Bantul, dan SMKN 1 Depok Sleman
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Didik Wardaya, sebelumnya mengatakan uji coba PTM yang sudah berjalan lebih kurang tiga pekan aman atau tidak memunculkan penularan Covid-19. Dari hasil evaluasi hanya ada salah satu sekolah yang jam pelajarannya terlalu lama.
BACA JUGA: Puluhan Warga Kembangan Kutu Bambanglipuro Positif Covid-19, Ini Sumber Penularannya
Menurut Didik, sebenarnya semua SMA dan SMK bisa menggelar PTM dengan syarat memenuhi sarana dan prasarana protokol kesehatan, termasuk semua gurunya sudah menjalani vaksinasi dosis kedua. Namun belum semua guru selesai menjalani vaksinasi dosis kedua.
Dari hasil pendataannya, dari sekitar 16.692 guru dan tenaga kependidikan, yang sudah menjalani vaksinasi sampai dosis kedua baru sekitar 10.000. Data tersebut baru terhitung sampai vaksinasi sebelum lebaran Idulfitri.
Disdikpora DIY bekerja sama dengan Dinas Kesehatan DIY akan terus menggenjot vaksinasi guru secara massal. Dia berharap vaksinasi guru selesai pada Juni atau Juli mendatang. “Sehingga saat ajaran baru nanti semua sekolah terutama SMA dan SMK bisa menggelar PTM, namun tetap terbatas jumlah siswanya,” ujar Didik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Meski api telah berhasil dikendalikan, petugas tetap melanjutkan proses mopping up atau penyisiran lokasi
Anggaran Kemendikdasmen 2027 disetujui Rp61,1 triliun. Pemerintah juga mengajukan tambahan Rp157,76 triliun untuk berbagai program pendidikan.
DPRD Jogja mendorong ruang publik berbasis cagar budaya dikembangkan sebagai penggerak ekonomi kemantren, termasuk melalui program Latar Rejo.
Qodari menegaskan komunikasi kebijakan sama pentingnya dengan program pemerintah. Bakom RI akan mengoptimalkan jejaring 8.000 humas.
Pieter Huistra absen latihan PSS Sleman karena menghadiri rapat PSSI di Jakarta. Demerson memimpin latihan jelang laga kontra Bali United.
Mentan Amran Sulaiman memecat 13 pejabat Kementan karena terlibat judi online dan pelanggaran disiplin setelah peringatan diabaikan.