Buntut Serangan Ransomware, Jokowi Minta BPKP Audit Tata Kelola Pusat Data Nasional
Presiden Jokowi meminta BPKP untuk melakukan audit tata kelola dan finansial pusat data nasional.
Jip wisata mengantarkan wisatawan di objek wisata Lava Tour Merapi, Senin (18/6/2018). Harian Jogja Fahmi Ahmad Burhan
Harianjogja.com, SLEMAN - Pegiat Asosiasi Jeep Wisata Lereng Merapi (AJWLM) Wilayah Timur Bambang Sugeng mengatakan persoalan yang dikeluhkan oleh wisatawan tersebut bukan persoalan baru. Ia menyebut hal itu dilakukan perseorangan dan tidak berkaitan dengan asosiasi jip.
"Pihak jip tidak berkaitan dengan hal itu. Jip lepas dari itu semua. Jadi tidak ada hubungannya," kata Bambang ketika dihubungi awak media pada Senin (31/5/2021).
Sebelumnya seorang wisatawan mempertanyakan keharusan menyewa kendaraan jip untuk menuju Petilasan Mbah Maridjan di Lereng Merapi.
BACA JUGA : Saudara Mbah Maridjan Ini Masih Tetap Rajin Kunjungi
Keluhan itu disampaikan oleh wisatawan dengan akun Iqbal Basyari ke salah satu grup Facebook pada Minggu (30/5/2021) sekaligus melalui akun Twitternya @iqbalbasyari. Cuitan di Twitter ini sempat diposting ulang oleh sejumlah akun lain sehingga ramai dibicarakan warganet.
Dalam tulisannya, Iqbal mengaku tidak diperbolehkan menggunakan kendaraan pribadi untuk menuju Petilasan Mbah Maridjan. Orang-orang setempat ia sebut menyetopnya 1,5 kilometer sebelum Kinahrejo dan memaksanya untuk naik jip jika ingin lanjut ke Petilasan Mbah Maridjan.
"Biaya sewa 350-500 ribu, itu pun bentuknya tour bukan ngantar ke tempat yang mau saya tuju. Sekitar 20an menit saya lihat jalanan boleh dilewati motor, truk, dan jeep. Ketika saya tanya ulang petugas, dia jelaskan kalau semua yang naik harus pakai Jeep sehingga saya putuskan batal ke tempat mbah Marijan," tulis Iqbal dalam postingan di salah satu grup Facebook.
BACA JUGA : Erupsi Sudah Dekat, Ini Tanda-Tandanya Menurut Juru Kunci
Terkait hal itu Bambang Sugeng menyebut keberadaan pihak yang mencegat wisatawan untuk parkir dan memaksa mereka menaiki jip atau ojek untuk melanjutkan trip akan membunuh objek wisata Mbah Maridjan dan destinasi unggulan lainnya. Sebab, hal itu membuat wisatawan justru tidak jadi mendatangi lokasi wisata tersebut.
"Inilah yang bikin wisata legend Mbah Maridjan bisa habis seperti itu. Sekarang kan sepi banget," ujarnya.
Bambang menggarisbawahi jika penyewaan jip oleh asosiasi akan membawa wisatawan tidak hanya pada satu destinasi, melainkan sejumlah lokasi. Misalnya, dalam satu paket jip wisata, wisatawan akan diantar ke Stonehenge, Museum Sisa Hartaku, Batu Alien, Bunker, dan Petilasan Mbah Maridjan.
"Jadi tidak hanya khusus ke Mbah Marijan. Melainkan ke destinasi wisata baik di Umbulharjo maupun Kepuharjo," terangnya.
Ia juga memastikan jika jalan tersebut merupakan jalan umum dan bisa dilalui kendaraan wisatawan. Saat ini, keluhan tersebut akan ditindaklanjuti melalui koordinasi antara Forkompimda dengan pihak terkait. Bambang berharap dengan duduk bersama, maka tak ada lagi kejadian pemaksaan terhadap wisatawan yang berpotensi menimbulkan citra negatif obyek wisata di Lereng Merapi.
BACA JUGA : Kisah Penunggu Lereng Merapi: Yakin Ada Sosok yang
"Wisatawan tadinya datang mau melihat pemandangan, tapi baru datang belum turun dari kendaraan pun sudah ditawari seperti itu," ungkapnya.
Dihubungi terpisah, Plt Kepala Dinas Pariwisata Sleman Suci Iriani Sinuraya mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan penelusuran terhadap permasalahan yang ramai dibahas di media sosial tersebut.
"Kami akan adakan rapat koordinasi lintas pihak terkait dengan tindak lanjut hal ini ke depannya," ujar Suci.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Presiden Jokowi meminta BPKP untuk melakukan audit tata kelola dan finansial pusat data nasional.
Pemkab Sleman mengalokasikan Rp8,6 miliar untuk pemeliharaan jalan desa pada 2026. Sebanyak 86 desa mendapat Rp100 juta.
Kemnaker membuka sertifikasi kompetensi gratis bagi alumni magang nasional hingga 15 Mei 2026 dengan sertifikat resmi BNSP.
PDAB Tirtatama DIY mengusulkan kenaikan tarif air curah Rp500 per meter kubik untuk menekan subsidi Pemda DIY yang membengkak.
Anthony Ginting menghadapi Shi Yu Qi pada hari kedua Thailand Open 2026. Berikut jadwal lengkap 10 wakil Indonesia di Bangkok.
Lima weton diprediksi perlu ekstra waspada pada Rabu Kliwon 13 Mei 2026, mulai konflik hingga persoalan finansial.