Gunungkidul Dapat Rp8 Miliar, Ini Rencana Penggunaannya
Gunungkidul mendapat tambahan Rp8 miliar dari Pemerintah Pusat untuk APBD Perubahan 2026, sementara kebutuhan belanja pegawai masih menjadi perhatian.
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL - Penularan virus Corona di Gunungkidul meningkat dalam beberapa hari terakhir. Selain kemunculan klaster pabrik tas di Kalurahan Bandung, juga ada lonjakan kasus di Kalurahan Dengok, Playen.
Dalam rentang waktu satu pekan, ada 24 warga yang dinyatakan positif Covid-19. Lurah Dengok, Suyanto, mengatakan 24 warga berasal dari 12 keluarga. Dari Dusun Dengok II ada 10 keluarga, sedangkan dua keluarga lainnya berasal dari Dusun Dengok I dan III.
“Upaya tracing terus dilakukan dan mudah-mudahan penularan bisa segera dihentikan,” kata Suyanto kepada wartawan, Selasa (8/6/2021).
Menurut dia, ada beberapa sumber yang menjadi penyebab penularan. Meski demikian, penularan terbanyak berasal dari kasus warga meninggal dunia yang dinyatakan positif terinfeksi Corona.
Suyanto mengungkapkan antisipasi sudah dilakukan karena pemakaman dilaksanakan sesuai dengan standar pemulasaraan Covid-19. Selain itu, tracing juga dilakukan dengan tes antigen terhadap keluarga pasien yang meninggal.
Meski demikian, sambung dia, hasil dari pengetesan kurang akurat. Pasalnya, hasil tes antigen seluruh keluarga dinyatakan negatif. Namun, seusai tes dilakukan, ada anggota keluarga yang mengalami sesak nafas.
“Setelah dites swab PCR dinyatakan positif. Hasil penelusuran ada sembilan kepala keluarga yang dinyatakan tertular dari warga yang meninggal dunia karena virus Corona,” katanya.
Menurut dia, upaya antisipasi langsung dilakukan dengan menggelar swab kepada 15 warga yang mengikuti acara tahlilan di rumah warga yang meninggal tersebut. “Upaya pencegahan penularan terus dilakukan,” katanya.
Suyanto menambahkan pada tiga keluarga lainnya, asal penularan virus Corona tidak diketahui secara pasti. Sebagai contoh orang yang dinyatakan menderita penyakit TBC, tetapi pada saat dites hasilnya positif Covid. “Ini terjadi pada seorang perempuan yang menemani suaminya berobat TBC. Saat periksa mengeluh batuk dan pilek dan saat dites hasilnya positif,” ungkapnya.
Peningkatan kasus Corona di Gunungkidul bisa terlihat dari data dinas kesehatan sejak 1-7 Juni 2021. Total selama kurun waktu satu pekan terjadi penambahan penularan sebanyak 204 kasus. Adapun sembilan pasien positif dinyatakan meninggal dunia.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Dewi Irawaty mengatakan hingga saat ini yang masuk klaster hanya pabrik tas di Kalurahan Bandung, Playen. Sedangkan di lokai lainnya belum ada klaster penularan baru. “Untuk klaster yang lain belum ada,” kata Dewi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul mendapat tambahan Rp8 miliar dari Pemerintah Pusat untuk APBD Perubahan 2026, sementara kebutuhan belanja pegawai masih menjadi perhatian.
Pizza Hut resmi berganti pemilik setelah Yum! Brands merampungkan penjualan senilai US$2,7 miliar. Aaron Powell juga mundur sebagai CEO global.
Timnas Indonesia U-20 menghadapi Laos pada matchday kedua Kualifikasi Piala Asia U-20 2027. Garuda Muda memburu tiga poin setelah ditahan Malaysia.
Rupiah melemah terhadap mayoritas mata uang utama pada Rabu, 2 September 2026. Dolar AS menguat ke Rp17.765 dan harga emas dunia terkoreksi.
Emil Audero resmi bergabung Rayo Vallecano dari Como 1907. Cedera Augusto Batalla membuka peluang debut sebelum berpotensi menghadapi Real Madrid.
Pemilik Honda Prelude hybrid di Jepang mengungkap tiga fitur yang kurang memuaskan setelah menempuh lebih dari 9.000 km selama 11 bulan.