Sempat Melesat di Kualifikasi Moto3 Junior, Ramadhipa Raih 9 Poin
Pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) yang turun di ajang Moto3 Junior World Championship, M. Kiandra Ramadhipa, tampil kompetitif sepanjang balapan
Ilustrasi. /ANTARA FOTO-Aloysius Jarot Nugroho
Harianjogja.com, JOGJA-Pemda DIY menyatakan belum bisa memastikan pembelajaran tatap muka (PTM) digelar serentak pada tahun ajaran baru, Juli mendatang. Pemda Masih akan melihat perkembangan kasus Covid-19 sampai sepekan sebelum tahun ajaran baru.
“Kita belum berani menyelenggarakan tatap muka total, itu kita belum berani, kita lihat nanti. Hari inikan juga baru hari libur, baru akan masuk Senin hari ketiga bulan Juli. Nah nanti seminggu sebelumnya kita lihat dan evaluasi. Sudah berani belum, kita lihat,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji, saat ditemui di Kompleks Kepatihan, Selasa (8/6/2021).
Baskara Aji mengatakan PTM serentak tergantung kondisi penularan Covid-19 meskipun pada dasarnya hampir 90% sekolah ketika dimintai angket kesiapan PTM semuanya menyatakan siap untuk menggelar PTM dengan berbagai sarana dan prasarana pendukung protokol kesehatan selama masa PTM.
Meski sekolah sudah siap, namun perlu mempertimbangkan masukan dari Dinas Kesehatan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Termasuk lama PTM di kelas juga masih perlu didiskusikan bersama agar PTM berjalan lancar tanpa menimbulkan klaster baru penularan Covid-19. Pihaknya juga akan mempertimbangkan masukan dari Kementerian Kesehatan bahwa PTM maksimal digelar selama dua kali dalam sepekan.
BACA JUGA: Covid-19 Melonjak, 6 Kabupaten di Jateng Tutup Objek Wisata
Menurut dia, jika PTM digelar dua kali dalam sepekan namun jam pelajarannya penuh sampai delapan jam akan percuma. Sama saja dengan PTM digelar setiap hari namun dalam sehari maksimal dua atu tiga jam. Selain itu materi yang mau disampaikan oleh guru juga harus dipertimbangkan. Sebab ada banyak mata pelajaran yang harus disampaikan ke siswa, sementara jamnya terbatas.
“Materi yang mau disampaikan yang mana, tugas guru yg harus mengatur. Nah kalau diringkes itu pokok bahasannya mana yang harus diselesaikan. Itu yang harus menjadi PR [pekerjaan rumah] kita,” ujar Aji.
Lebih lanjut Mantan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) ini menyatakan hampir semua guru di DIY sudah menjalani vaksinasi Covid-19 untuk kedua kalinya. Dia menyampaikan total guru di DIY yang sudah menjalani vaksinasi mencapai 92%. Sebelumnya, Kepala Disdikpora DIY, Didik Wardaya mengatakan jumlah guru dan tenaga pendidik di semua tingkatan sekolah, seperti SMA, SMP, SD, dan TK terdapat sekitar 53.000an. “Vaksinasi guru data terakhir yang saya terima 92 persen di DIY,” ujar Baskara Aji.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) yang turun di ajang Moto3 Junior World Championship, M. Kiandra Ramadhipa, tampil kompetitif sepanjang balapan
DPRD DIY mengingatkan warga tidak mudah percaya isu kerusuhan Agustus dan meminta masyarakat lebih cermat memilah informasi.
Prabowo meresmikan 3.395 jembatan TNI-Polri dan 3.000 sumber air bersih TNI AD di seluruh Indonesia pada 13 Agustus 2026.
Gempa Kolombia menewaskan 265 orang dan merusak 53.526 rumah. Presiden Abelardo de la Espriella menetapkan status darurat ekonomi.
DPRD Kulonprogo meminta Pemkab menyiapkan solusi permanen kekeringan, termasuk pemetaan wilayah dan pembangunan sumber air alternatif.
BPKAD Kota Jogja mengembangkan SIAP, sistem pengingat digital untuk mendorong penarikan APBD tepat waktu dan mencegah penumpukan.