Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Pemkab Sleman/JIBI
Harianjogja.com, SLEMAN-Pemerintah Kabupaten Sleman raih penghargaan Green Leadership Nirwasita Tantra 2020, sebagai peringkat I dalam Kategori Pemerintah Daerah Kabupaten Kecil dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Penghargaan ini diberikan secara daring dan luring kepada para Gubernur, Bupati, Walikota, dan pimpinan DPRD tingkat provinsi, kabupaten dan kota, di Jakarta, Selasa (15/6/2021).
Proses penilaian Green Leadership Nirwasita Tantra melalui beberapa tahap. Dimulai dari penapisan awal, analisa isu priotitas, penilaian tim independen, dan wawancara. Khusus tahun ini, tahap wawancara dilakukan melalui video yg diunggah dalam platform media sosial.
Adapun Jumlah Pemerintahan Daerah yang mengikuti tahapan penilaian tahun ini terdiri dari 21 provinsi, 57 kota dan 146 kabupaten. Para penerima dibagi menjadi kategori DPRD Provinsi, dan Kabupaten-Kota serta Pemerintah Daerah Provinsi, dan Kabupaten-Kota.
Selanjutnya kategori Kabupaten-Kota dibagi lagi menjadi sub kategori Kabupaten-Kota besar, sedang, dan kecil. Kabupaten Sleman masuk dalam kategori kabupaten kecil bersama Bangka Tengah dan Belitung dalam raihan penghargaan Nirwasita Tantra Tahun 2020 ini.
Menteri LHK, Siti Nurbaya mengatakan, Green Leadership Nirwasita Tantra merupakan bentuk apresiasi dari Pemerintah yang diberikan kepada Pimpinan Daerah baik eksekutif maupun legislatif, yang berhasil merumuskan dan menerapkan kebijakan dan program kerja, sesuai dengan prinsip pembangunan berkelanjutan menuju green economy.
BACA JUGA: Covid-19 di Jogja Meledak Lagi, Pemda DIY Siapkan Pasokan Oksigen
"Berbagai inovasi daerah dalam menyelesaikan isu-isu lingkungan merupakan hal yang sangat patut dihargai, karena ia juga merupakan kunci terjaminnya kelestarian lingkungan di daerah," ujarnya.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, mengatakan capaian prestasi ini diraih berkat kerja keras semua elemen, tidak hanya pribadi maupun pemerintah namun juga masyarakat luas. Ia berharap prestasi ini dapat terus dipertahankan serta memotivasi masyarakat Kabupaten Sleman untuk menjaga lingkungan hidup.
“Terima kasih untuk semua pihak atas tercapainya prestasi ini. Semoga dapat menjadi motivasi kita bersama untuk mempertahankan dan menciptakan lingkungan hidup yang lebih baik bagi masyarakat khususnya di Kabupaten Sleman,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Israel kembali menyerang armada bantuan Gaza di laut internasional. Puluhan kapal disita dan ratusan aktivis ditahan.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.