MBG Belum Merata, DPRD Gunungkidul Dorong Perluasan Program
DPRD Gunungkidul menyoroti sejumlah sekolah yang belum menerima MBG dan mendorong perluasan program agar lebih merata.
Suasana prosesi wisuda murid kelas IV SD Muhammadiyah Miliran yang digelar di Hotel Tjokro Style pada Sabtu (19/6/2021)./Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA - Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah Miliran Jogja menggelar prosesi wisuda kepada murid kelas VI di Hotel Tjokro Style pada Sabtu (19/6). Sebanyak 23 murid sekolah itu diwisuda pada kesempatan tersebut.
Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Miliran, Arif Rahman Hakim mengatakan, setelah melewati proses pendidikan yang panjang selama enam tahun lamanya, akhirnya para murid memasuki masa yang dinanti untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.
"Kita bersyukur bahwa para murid berhasil lulus dengan waktu yang tepat dan bisa lulus dengan predikat yang baik," katanya.
Arif menambahkan, pihaknya berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh orang tua murid kepada SD Muhammadiyah Miliran untuk dapat mendidik para murid selama proses pembelajaran berlangsung. Tak hanya itu, dia juga meminta maaf jikalau terdapat kekurangan selama proses menempah murid tersebut di SD Muhammadiyah Miliran.
"Tapi tekad kami adalah untuk selalu memberikan yang terbaik untuk anak kita semua," imbuhnya.
Di masa pandemi, lanjut dia, pihaknya juga berkoordinasi dengan Muhammadiyah Covid-19 Command Center guna memberikan bimbingan dan arahan kepada para murid. Hal ini dilakukan agar proses pembelajaran dapat berjalan optimal di masa pandemi Covid-19.
"Bagaimana agar anak-anak bisa terhibur dan termotivasi dalam menyambut kelulusan," ungkapnya.
Dia berpesan kepada murid yang diwisuda agar menggunakan sebaik mungkin ilmu yang diperoleh selama menjalani masa studi di SD Muhammadiyah Miliran. Tak lupa pula, ia mengingatkan agar murid senantiasa menegakkan salat dalam aktivitas sehari-hari.
Pada kesempatan itu, pihaknya juga mengenalkan layanan ekstra kurikuler program unggulan tiga bahasa meliputi bahasa Arab, Inggris dan juga Jepang. "Ini merupakan bekal yang baik karena semuanya adalah bahasa internasional. Sangat berguna untuk dasar dalam melanjutkan studi ke luar negeri," kata Arif.
Salah seorang perwakilan orang tua murid Kelas VI SD Muhammadiyah Miliran, Muchtsani Asykuri mengapresiasi kesungguhan para guru dan segenap pegawai di SD Muhammadiyah Miliran dalam mendidik para murid selama enam tahun. "Perhatian, kasih sayang, serta bimbingan bapak ibu sekalian sangat berguna bagi masa depan anak-anak kami," ungkapnya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul menyoroti sejumlah sekolah yang belum menerima MBG dan mendorong perluasan program agar lebih merata.
PSS Sleman kembali menggelar uji coba tertutup pekan ini. Super Elja akan menghadapi salah satu tim Super League di DIY.
Badan Geologi meminta warga waspada setelah gempa NTT M7,7. Masyarakat diminta mengecek bangunan dan menjauhi tebing rawan longsor
Gempa M7,7 NTT mengganggu 200 BTS di 10 kabupaten dan kota. Kemkomdigi memantau pemulihan jaringan bersama operator seluler
Menghadirkan nuansa eklektik resort yang hijau dan rindang di tengah hiruk-pikuk kota, Gets Premiere Yogyakarta resmi melakukan soft opening pada Sabtu (15/8)
BNPB mencatat 14 orang meninggal akibat gempa M7,7 NTT. Sebanyak 2.000 warga mengungsi dan puluhan rumah mengalami kerusakan.