5 Cara Cek Nomor HP Tidak Dikenal agar Terhindar dari Penipuan
Nomor tak dikenal terus menelepon? Cek melalui Aduan Nomor Komdigi, identifikasi spam, blokir, dan hindari memberikan data pribadi.
Jamu tradisional racikan warga Kiringan di lapangan Desa Canden, Jetis, Minggu (28/10/2018)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL - Berbagai upaya dilakukan oleh Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul untuk memastikan eksistensi Desa Wisata Jamu Gendong Kiringan, Kalurahan Canden, Kapanewon Jetis, Bantul. Salah satunya adalah dengan mengenalkan sentra jamu Kiringan melalui kegiatan pemotretan, Sabtu (19/6/2021).
Kasi Promosi Dispar Bantul, Markus Purnomo Adi mengatakan kegiatan pemotretan yang melibatkan belasan fotografer ini adalah salah satu upaya promosi terhadap keberadaan Desa Wisata Jamu Gendong Kiringan. Diharapkan melalui pemotretan ini, masyarakat akan mengetahui mengenai aktivitas dan keunikan dari Desa Wisata Kiringan.
“Apalagi saat ini situasi pandemi. Kami ingin agar masyarakat yang belum bisa berkunjung tetap bisa menikmati dengan media foto," katanya, Sabtu (19/6/2021).
Pengelola Sentra Desa Wisata Jamu Kiringan M Sutrisno mengatakan, di Desa Wisata Kiringan, ada 130 orang produsen jamu yang didominasi kaum perempuan. Setiap hari, mereka memproduksi jamu berbahan empon-empon dan rempah-rempah, menjadi jamu beras kencur, kunir asem, temulawak, uyup-uyup, jamu pegel linu dan aneka jenis jamu lainnya.
Namun, kegiatan ini sempat nyaris terhenti menyusul adanya pandemi Covid-19, karena tidak ada tamu lokal maupun mancanegara berkunjung ke Desa Wisata Kiringan. Namun, perlahan, lanjut Sutrisno, warga mulai bangkit dan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat menyusul telah adanya satu dua tamu ke lokasi desa wisata tersebut.
“Mereka ingin belajar membuat jamu di sini. Kami terapkan protokol kesehatan yang ketat terhadap tamu yang berkunjung,” terangnya.
Kepala Dispar Bantul, Kwintarto Heru Prabowo mengatakan Desa Wisata Kiringan merupakan destinasi tersembunyi dan akan terus digencarkan promosinya.
“Nantinya, paket wisata yang akan diperkenalkan adalah edukasi jamu, mulai dari bahan baku, sampai produksi," jelas Kwintarto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Nomor tak dikenal terus menelepon? Cek melalui Aduan Nomor Komdigi, identifikasi spam, blokir, dan hindari memberikan data pribadi.
Pemerintah menargetkan jalan tol bebas truk ODOL mulai 1 Januari 2027 dengan integrasi data dan pengawasan berbasis teknologi.
Ingin mengambil Paket C? Simak syarat dokumen, cara daftar, proses pembelajaran, hingga ketentuan penilaian dan ujian Paket C.
Memasuki usia ke-270, Kota Jogja didorong terus memodernisasi kota dengan tetap berpijak pada budaya, sejarah, lingkungan, transportasi publik, dan kawasan rend
Partisipasi Pilur Serentak 2026 Bantul mencapai 73,7%. DPMK menyiapkan evaluasi dan sosialisasi untuk meningkatkan partisipasi pada 2028.
Menko PMK meminta Menpora menghitung tambahan bonus atlet peraih medali emas Asian Games dan Olimpiade serta menyiapkan dana pensiun.