Job Fair Gunungkidul Buka 5.000 Lowongan 32 Perusahaan, Cek di Sini
Job Fair Gunungkidul 2026 membuka lebih dari 5.000 lowongan kerja dari 32 perusahaan. Pencari kerja bisa melamar langsung secara gratis.
Sejumlah relawan memasukan cairan disinfektan ke dalam tabung penyemprotan. Warga di Dusun Nglorog, Kedungpoh kembali melakukan penyemprotan disinfektas secara massal dalam rangka mengurangi risiko penularan virus corona. Minggu (27/6)/istimewa-Kepala Dusun Nglorog, Kuncoro
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Warga Dusun Nglorog, Kedungpoh, Nglipar kembali melaksanakan kegiatan penyemprotan disinfektan ke rumah-rumah untuk mengurangi risiko penularan Covid-19. Penyemprotan ini mengulang kegiatan yang sama setahun lalu pada saat awal-awal virus corona masuk ke Gunungkidul.
Kepala Dusun Nglorok, Kuncoro mengatakan, seiring melonjakan kasus corona di Gunungkidul, juga terjadi di Kalurahan Kedungpoh. Ia berdalih dari sepuluh dusun yang ada, hanya dua dusun yang dinyatakan sebagai zona hijau corona. “Salah satunya di Dusun Nglorog,” kata Kuncoro kepada Harianjogja.com, Minggu (27/6/2021).
Status zona hijau ini akan coba dipertahankan. Salah satunya dengan langkah menggerakkan kembali penyemprotan massal ke rumah-rumah wargga. Menurut dia, kegiatan yang sama pernah dilakukan satu tahun yang lalu pada saat awal-awal virus corona mewabah.
“Sempat dihentikan, tapi berhubung kasus kembali melonjak dan kami berusaha mempertahankan zona hijau di Nglorog maka penyemprotan angsung digalakkan,” ungkapnya.
Kuncoro menjelaskan, untuk upaya sterilisasi lingkungan menerjunkan 15 orang relawan yang berasal dari warga. Selain menyasar fasilitas umum seperti balai dusun dan tempat ibadah, penyemprotan juga dilakukan ke rumah-rumah warga. “Di Nglorog ada empat RT, seluruh rumah kami lakukan penyemprotan,” katanya.
Baca juga: Nakes Bertumbangan, Dokter Minta Pemerintah Tarik Rem Darurat
Disinggung mengenai kebijakan penutupan jalan keluar masuk dusun, Kuncoro mengaku tidak akan melakukan lagi. Dia berdalih sudah ada PPKM Mikro dari Pemerintah sehingga kebijakan tersebut yang dijadikan acuan. “Jadi kami tidak akan menutup jalan lagi. Mudah-mudahan dengan penyemprotan ini, wilayah kami bisa bebas dari paparan virus corona,” ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, laju penularan virus corona belum menunjukan tanda-tanda berhenti. Pasalnya, jumlah kasus terus bertambah bahkan pada Sabtu (26/6) kembali membukukan rekor tertinggi dalam sehari dengan total 253 orang.
Ia berharap kepada masyarakat untuk terus mematuhi dan disiplin menjalankan protokol kesehatan. Pasalnya, cara ini merupakan sarana efektif untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona. “Harus disiplin dan tidak boleh bosan menerapkan protokol kesehatan. Sebab, kalau sampai abai maka potensi tertular jadi semakin besar,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Job Fair Gunungkidul 2026 membuka lebih dari 5.000 lowongan kerja dari 32 perusahaan. Pencari kerja bisa melamar langsung secara gratis.
PSIM Jogja menyiapkan 6-7 laga uji coba sepanjang Agustus 2026 untuk mematangkan tim menghadapi Super League 2026/2027. Seluruh laga direncanakan digelar di Jog
Sudaryono yang dipercaya memimpin Badan Gizi Nasional tercatat memiliki aset Rp69,33 miliar dan utang Rp60,47 miliar. Berikut rincian lengkap harta kekayaannya.
Meta menguji StoryKit, aplikasi AI yang mampu membuat dongeng anak otomatis hanya dari foto, karakter, dan pesan moral. Inovatif, namun memicu perdebatan soal k
Kantor Cabang Koordinator Bank Jateng Purwokerto mendorong generasi muda di wilayah Banyumas Raya untuk memiliki visi yang visioner dan jauh ke depan
Harga durian Vietnam kembali naik setelah ekspor ke China meningkat. Kebijakan baru bea cukai mempercepat pengiriman dan mendorong permintaan durian premium.