Drag Bike Sleman 2026 Jadi Magnet Sport Tourism, Catat Tanggalnya
Drag Bike Sleman 15 Agustus 2026 di Minggir jadi magnet sport tourism, dorong UMKM dan kampanye stop balap liar.
Indar menunjukkan Kartu Program JKN KIS, Minggu (24/6/2021)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN—Berkat layanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Indar Mastri, 39, ibu rumah tangga asal Maguwoharjo, Kapanewon Depok, bisa menjalani pengobatan diabetes melitus (DM). Biaya selama pengobatan sepenuhnya dijamin oleh BPJS Kesehatan.
Ibu dari dua orang anak ini mengidap DM selama kurang lebih tiga tahun terakhir. Dia mengidap penyakit ini karena faktor keturunan. "Awalnya saya periksa di rumah sakit dengan biaya sendiri. Hasilnya, kadar gula darah saya tinggi. Oleh dokter saya divonis menderita DM dan harus menjalani pemeriksaan rutin," katanya, Kamis (24/6/2021).
Indar kemudian berkonsultasi dengan dokter di fasilitas kesehatan (faskes) tingkat pertama (FKTP). Karena saat itu FKTP tidak bisa menangani, Indar pun dirujuk ke faskes kedua. Indar kemudian dirujuk ke rumah sakit untuk menjalani pengobatan rutin DM. "Selama menjalani pengobatan saya tidak ditarik biaya sepeserpun," katanya.
Pada awal pengobatan rutin yang dijalani, kondisi kesehatan Indar diperiksa hampir dua pekan sekali. Sejak pandemi Covid-19 melanda, Indar sempat menghentikan aktivitasnya. Ia lebih mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19 menjaga diri dengan menerapkan pola makan yang sesuai dengan kebutuhannya. "Saya khawatir [terpapar Covid-19] kalau ke rumah sakit. Setelah ada penyesuaian, pada awal Maret kemarin mulai rutin berobat," katanya.
Selama berhenti periksa akibat pandemi, Indar merasakan efek bawaan dari DM mulai mendera, mulai dari nyeri di sekitar pergelangan, pusing dan efek lainnya akibat kadar gula yang tidak terkontrol. "Setelah saya cek darah lagi, kadar gula saya naik drastis. Akhirnya kembali mengikuti pengobatan rutin lagi," cerita Indar.
Indar sudah sejak lama menjadi peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kelas II. Ia merasa beruntung karena dengan fasilitas ini, ia dan keluarganya mendapat pelayanan kesehatan secara maksimal. "Kalau anak saya yang pertama saat ini menjalani terapi attention-deficit hyperactivity disorder [ADHD] rutin sepekan sekali. Semuanya melalui prosedur mulai FKTP dan faskes lanjutan. Karena pakai BPJS Kesehatan, ya tidak diminta bayar sama sekali,” kata Indar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Drag Bike Sleman 15 Agustus 2026 di Minggir jadi magnet sport tourism, dorong UMKM dan kampanye stop balap liar.
Muktamar Ke-35 NU membahas perubahan AD/ART dan mekanisme pemilihan PBNU. Simak agenda Komisi Organisasi dan tahapan sidang muktamar.
24 lurah petahana dan 4 pamong maju Pilur Bantul 2026. Simak aturan cuti, pengunduran diri, serta jadwal tahapan pemilihan lurah.
Polda Metro Jaya mengungkap kronologi Bambang Setiyawan meninggal saat kericuhan Pejompongan. Keluarga menolak otopsi.
Collective Emergency Response Team (ERT) kawasan Malioboro merayakan HUT ke-81 Kemerdekaan RI melalui kegiatan The 2026 Amazing Safety Race.
Donald Trump mengumumkan kesepakatan dengan Venezuela terkait pengembangan 65 miliar barel cadangan minyak dan investasi lebih dari US$100 miliar.