Perusak Bendera dan Palang Kereta di DIY Dijerat Pasal Berlapis
Polisi menjerat S dengan pasal berlapis KUHP baru atas perusakan bendera dan palang kereta di Bantul-Sleman, ancaman maksimal 7 tahun penjara.
Kondisi lalu lintas kendaraan di Bantul pada Minggu (11/7/2021) dalam masa PPKM Darurat yang cenderung lengang. /Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, BANTUL - Tingginya mobilitas warga di Bantul ditenggarai jadi penyebab pelonjakan kasus beberapa hari terkahir. Penyekatan diharapkan dapat menekan angka mobilitas warga sehingga berdampak pada penurunan jumlah kasus.
Pada tiga hari terakhir penambahan jumlah kasus baru di Bantul lebih dari 700 kasus per hari. Pada Minggu (11/7) penambahan kasus baru bahkan mencapai 837 kasus per hari. Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih menyebut bila tingginya mobilitas warga menjadi penyebab tingginya lonjakan kasus. "Kalau dari analisis data, itu [pelonjakan kasus] karena mobilitas," katanya pada Senin (12/7).
BACA JUGA : Segini Angka Mobilitas Masyarakat Jogja setelah PPKM
Menurut Halim, mobilitas akan mengakibatkan kerumunan, sedangkan kerumunan mengakibatkan transmisi. "Maka kita tidak bicara pada saat kerumunan saja, tetapi dicegah sebelum kerumunan itu terjadi. Dengan cara apa, dengan cara mencegah mobilitas, maka kenapa ada penyakatan-penyakatan," ujarnya.
"Penyekatan-penyekatan bahkan pemadaman listrik itu kan dimaksudkan untuk mengerem mobilitas dan mencegah kerumunan," ucapnya.
Halim menambahkan, disorot dari citra satelit, penurunan mobilitas di Bantul sebelum dengan setelah ada PPKM Darurat hanya mengalami pengurangan sekitar 16,5 persen. Sementara target pengurangan mobilitas dipatok di angka 30 persen.
"Ini belum kita dapatkan informasi lagi setelah ada penyekatan-penyekatan meningkatkan atau tidak angka pengurangan mobilitasnya itu," ungkapnya.
BACA JUGA : Hingga Hari Ke-9 PPKM Darurat, Pelanggaran di DIY Masih
"Jadi ini pada akhirnya kembali kita masing-masing. Kita mau tidak ini bersama-sama menghentikan Covid-19. Caranya gimana, ya jangan pada pergi. Yang tidak penting, tujuan-tujuan yang tidak penitng yang bisa ditunda ya tunda saja," ujarnya.
Kepala Dinas Perhubungan Bantul, Arus Suharyanta menerangkan penurunan mobilitas Bantul telah mencapai 50 persen. Dishub Bantul menggunakan penghitungan kendaraan di simpang-simpang jalan untuk melihat pengurangan mobilitas yang terjadi.
"Kita menghitung di simpang-simpang jalan durasi yang antre yang banyak di lampu [lalu lintas] sudah banyak berkurang. Ditemukan angka 50 persen," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi menjerat S dengan pasal berlapis KUHP baru atas perusakan bendera dan palang kereta di Bantul-Sleman, ancaman maksimal 7 tahun penjara.
Erling Haaland menerima empat sertifikat Guinness World Records berkat pencapaiannya di Manchester City dan Timnas Norwegia, termasuk rekor 100 gol tercepat di
AI membuat pekerjaan kantoran makin terancam. Gen Z mulai melirik profesi teknis dan kerah biru yang menawarkan gaji tinggi serta sulit digantikan teknologi.
Remaja Korsel kini memilih SMK semikonduktor daripada kuliah. Lulusan langsung bekerja di Samsung dengan gaji Rp1,99 M/tahun, bonus hingga Rp7,1 M. AS juga keku
Ganda putra Indonesia punya 10 gelar juara dunia, terbanyak sepanjang sejarah. Fajar/Shohibul Fikri jadi tumpuan di BWF World Championships 2026 India. Bisa tam
Porsche Taycan dikabarkan bakal dihentikan produksinya pada 2030. Laporan media Jerman menyebut manajemen dan dewan pekerja telah sepakat. CEO Michael Leiters b