Upgrade Mobil Makin Mudah, OLXmobbi Hadir di GIIAS 2026
OLXmobbi kembali jadi mitra trade-in GIIAS 2026 dengan cashback hingga Rp35 juta dan proses cepat kurang dari satu jam.
Foto ilustrasi. /ANTARA FOTO-Harviyan Perdana Putra\r\n
Harianjogja.com, SLEMAN- Lonjakan kasus Covid-19 dan tingginya tingkat keterisian tempat tidur di rumah-rumah sakit rujukan di Sleman membuat rumah sakit ketar-ketir memenuhi pasokan oksigen.
Direktur RSUD Prambanan Isa Dharmawidjaja saat dikonfirmasi Harianjogja.com, Selasa (13/7/2021) mengatakan antara ketersediaan oksigen dengan kebutuhan di lapangan ibarat berpacu dengan waktu. Ia tidak berani mengatakan jika ketersediaan dan pasokan oksigen saat ini aman.
"Kata-kata aman itu paling kami takutkan mas karena posisi [ketersediaan] oksigen memang tipis banget," jawab Isa melalui aplikasi WhatApps.
BACA JUGA: RS Rujukan Covid-19 di Kota Jogja Butuh Ribuan Liter Oksigen Setiap Hari
Menurut Isa, saat ini suplay oksigen diperkirakan bisa digunakan untuk 2 hari. Selama ini, pasokan oksigen di rumah sakit plat merah itu disupplai dari perusahaan rekanan. Setiap kebutuhan oksigen diminta, supplaier datang hanya saja waktunya belum bisa ditentukan.
Di lain sisi, kebutuhan oksigen berbeda setiap waktu. Tergantung kondisi pasien. Misalnya, kebutuhan oksigen liquid sebanyak 300 liter pada hari ini, untuk keesokan harinya bisa naik menjadi 600 liter. Begitu juga dengan kebutuhan untuk oksigen jenis tabung.
Sebelum lonjakan kasus, Isa pernah menyebut dalam seminggu kebutuhan oksigen cair sertidaknya 2.000 m3 dan yang tabung seminggu butuh 2000an tabung.
Apalagi kondisi BOR RSUD Prambanan saat ini sebesar 100%, di mana 25 bed bertekanan negative dan 11 bed tidak bertekanan negatif. Ia mengaku deg-degan meskipun pasokan oksigen datang pada malam harinya. "Iyo (kebutuhan oksigen) hitungannya bisa per jam, tapi kemungkinan nanti malam (kemarin) akan ada pasokan," jawab Isa.
Terpisah, Direktur RSUD Sleman, Cahya Purnama mengungkapkan, saat ini BOR untuk Covid-19 di RSUD Sleman mencapai 95-100%. Di mana setidaknya pihaknya membutuhkan oksigen central sebanyak 800 m3 dan oksigen tabung sebanyak 25-30 tabung per hari.
Untuk oksigen central, kata Cahya, rata-rata pemakaian perhari mengalami peningkatan. Yang semula 400 m3 saat ini menjadi 800 m3 seiring penambahan sambungan ke bangsal cendana. "Untuk pemakaian tabung gas rata-rata normal 6 m3. Saat ini juga melonjak dari semula 25-30 tabung menjadi 80-90 tabung per hari," ungkapnya.
Diakui Cahya, kebutuhan oksigen dalam kondisi saat ini tidak sedikit Di sisi lain pasokan dari supplaier masih tidak menentu. Bahkan, ia harus mencari pasokan oksigsn keluar daerah untuk mencukupi kebutuhan oksigen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
OLXmobbi kembali jadi mitra trade-in GIIAS 2026 dengan cashback hingga Rp35 juta dan proses cepat kurang dari satu jam.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan berdasarkan data resmi KAI Access.
Jadwal KRL Solo-Jogja tersedia 12 perjalanan dengan tarif Rp8.000. Cek jadwal lengkap tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 10 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jam keberangkatan, stasiun tujuan, dan tarif Rp8.000.
Asap putih dari mesin atau knalpot motor bisa menjadi tanda oli terbakar, ring piston aus, hingga gasket kepala silinder rusak. Kenali penyebabnya sebelum kerus
Apple dikabarkan melatih model AI khusus untuk pasar China bersama Alibaba. Langkah ini membuka jalan bagi peluncuran Apple Intelligence di China dan memperkuat