Gempa Dangkal M3,5 Guncang Bantul, Belum Ada Laporan Kerusakan
Gempa M3,5 mengguncang Bantul dan sekitarnya. BMKG menyebut gempa dangkal dipicu aktivitas Sesar Opak dan tak berpotensi tsunami.
Ilustrasi/Antara-Rahmad
Harianjogja.com, JOGJA—Kebutuhan oksigen medis untuk memenuhi layanan bagi pasien Covid-19 masih cukup tinggi di Kota Jogja. Sejumlah rumah sakit (RS) rujukan pasien Covid-19 membutuhkan pasokan oksigen di kisaran ribuan liter per hari.
Kepala Bagian Humas dan Marketing RS Bethesda Jogja, Adhiyanto Priambodo, mengatakan Bethesda bisa menghabiskan sebanyak 3.700 liter oksigen per hari. Jumlah itu cukup tinggi akibat pasien Covid-19 yang terus melonjak belakangan ini.
BACA JUGA: Pasien Isoman Covid-19 di DIY Dijatah Obat Gratis, Begini Cara Mendapatkannya
"Kebutuhan harian oksigen 3.700 liter per hari," katanya, Selasa (13/7/2021).
Berbagai cara dilakukan untuk mengatasi krisis oksigen yang beberapa hari terakhir cukup sulit untuk diperoleh. Salah satunya yakni dengan meminta sistem peringatan dini saat oksigen hampir habis.
"Untuk antisipasi krisis oksigen kami menerapkan sistem peringatan dini pada saat jumlah oksigen mencapai level tertentu. Jadi ada semacam peringatan," ungkapnya.
Sementara, Humas RS PKU Muhammadiyah Jogja, Anwar Fitanta, mengatakan kebutuhan oksigen likuid sekitar 100 liter per jam dan 2.400 liter. "Kami memakai tabung likuid gede dengan kapasitas enam ton," katanya.
Saat kehabisan stok dan belum mendapat pasokan oksigen baru, rumah sakit menyediakan tabung oksigen kecil dengan ukuran enam meter kubik. Jumlah itu hanya bisa menyuplai kebutuhan oksigen harian dalam jumlah kecil. "Per empat unit tabung hanya bisa suplai oksigen ke sentral untuk 14 menit," ujarnya.
Rumah sakit harus mencari sendiri stok oksigen sampai ke Jawa Timur untuk mengisi ulang pasokan oksigen itu. "Untuk pengisian tabung oksigen yang enam meter kubik, kami RS PKU Muhammadiyah Jogja harus mencari sendiri sampai ke Jawa Timur untuk isi ulang tabung, arena di DIY sudah langka," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gempa M3,5 mengguncang Bantul dan sekitarnya. BMKG menyebut gempa dangkal dipicu aktivitas Sesar Opak dan tak berpotensi tsunami.
APBD Perubahan Bantul 2026 menaikkan pendapatan Rp28 miliar dan belanja Rp50 miliar, membuat defisit bertambah menjadi Rp154 miliar.
"Menunggu pesan ini" di WhatsApp muncul karena proses enkripsi belum selesai. Cek penyebab dan cara mengatasinya dengan update aplikasi dan koneksi stabil
APBD Perubahan DIY 2026 masih dibahas. Pendapatan diproyeksi turun Rp684 miliar menjadi Rp4,53 triliun.
Norwegia naik 12 posisi ke peringkat 19 FIFA setelah mencapai perempat final Piala Dunia 2026, menjadi tim dengan lonjakan terbesar.
Banjir bandang di perbatasan Nepal-Tibet menewaskan sedikitnya 18 orang dan membuat 384 pelancong belum diketahui keberadaannya.