Advertisement
Program MBG Sleman Jangkau 251 Ribu Penerima, 110 SPPG Aktif
Petugas menyiapkan Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Cimahi, Jawa Barat. ANTARA - Lintang Budiyanti Prameswari.
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN— Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sleman terus menunjukkan perkembangan signifikan dengan jangkauan penerima yang kian luas. Hingga Kamis (5/2/2026), sebanyak 110 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah aktif beroperasi melayani masyarakat.
Berdasarkan data capaian terbaru, total penerima manfaat Program MBG di Sleman mencapai 251.356 orang. Sasaran terbesar berasal dari jenjang sekolah dasar (SD) dengan jumlah 86.768 siswa. Selanjutnya disusul siswa SMP sebanyak 47.389 orang serta siswa SMA/SMK sebanyak 45.060 orang.
Advertisement
Selain itu, penerima dari kelompok PAUD dan TK tercatat mencapai 40.114 anak. Program ini juga menyasar pendidikan khusus dan lembaga keagamaan, yakni siswa SLB dan santri pondok pesantren dengan total 3.258 penerima.
Wakil Ketua Satgas Percepatan Program MBG Pemkab Sleman, Agung Armawanta, mengatakan program ini tidak hanya difokuskan pada peserta didik, tetapi juga menyentuh kelompok rentan dan pendukung pendidikan.
BACA JUGA
“Penerima dari ibu hamil dan ibu menyusui tercatat sebanyak 3.490 orang, balita 7.078 anak, serta tenaga pendidik dan kependidikan sebanyak 18.199 orang,” kata Agung saat dihubungi, Jumat (6/2/2026).
Dengan jumlah 110 SPPG yang aktif, setiap satuan pelayanan rata-rata melayani lebih dari 2.000 penerima. Pemerintah daerah terus melakukan pemantauan agar distribusi makanan bergizi berjalan sesuai standar serta tepat sasaran.
“Itu hasil evaluasi distribusi dan cakupan sasaran MBG. Untuk rencana serapan komoditas dari UMKM dan kerja sama dengan petani sebagai suplier SPPG akan kami cermati tersendiri,” ujar Agung.
Di tingkat pelaksana, Kepala SPPG Margomulyo Seyegan, Joni Prasetyo, menyebut satuan pelayanan yang dipimpinnya telah memproduksi dan menyalurkan ratusan ribu porsi makanan bergizi sejak program berjalan.
Berdasarkan data SPPG Margomulyo Seyegan, sepanjang Agustus hingga Desember 2025 sebanyak 392.397 porsi makanan bergizi disalurkan kepada 25 sekolah di wilayah layanan mereka.
Jumlah penerima siswa menunjukkan tren peningkatan. Pada Agustus 2025, tercatat 2.527 siswa pada periode pertama dan naik menjadi 3.737 siswa pada periode kedua. Pada September dan Oktober jumlah penerima relatif stabil di kisaran 3.734 siswa, kemudian meningkat bertahap hingga mencapai 3.757 siswa pada periode ke-10 di Desember 2025.
Selain pelajar, layanan juga menyasar ibu hamil dan ibu menyusui melalui jaringan posyandu. Sepanjang September hingga Desember 2025, sebanyak 13.878 porsi makanan bergizi disalurkan melalui 15 posyandu.
Pada September 2025, jumlah penerima bumil dan busui tercatat 165 orang. Angka tersebut meningkat menjadi 171 dan 207 orang pada Oktober, lalu terus naik pada November hingga mencapai 227 penerima. Puncaknya terjadi pada Desember 2025 dengan 239 penerima pada dua periode penyaluran.
Joni menegaskan pelaksanaan Program MBG harus dijalankan secara disiplin sesuai standar operasional prosedur karena berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat.
“Kepala SPPG wajib tegas memastikan seluruh proses berjalan sesuai SOP tanpa kompromi, karena ini menyangkut kesehatan publik,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Gempa Pacitan M 6,2 Berdampak di Tiga Provinsi, BNPB Siaga Penuh
Advertisement
India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement



