Advertisement
Dampak Gempa Pacitan, 20 Titik Bangunan di Bantul Rusak
Dampak gempa bumi - Ilustrasi - Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL—Gempa bumi bermagnitudo 6,2 yang berpusat di selatan Pacitan, Jawa Timur, Jumat (6/2/2026) dini hari, berdampak di Kabupaten Bantul dengan 31 warga luka dan sedikitnya 20 titik infrastruktur rusak. Pemerintah Kabupaten Bantul langsung mengerahkan BPBD, TNI, Polri, serta organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mempercepat penanganan dan pendataan dampak gempa.
Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul, Agus Budi Raharja, menyebut gempa terjadi sekitar pukul 01.06 WIB. Ia menjelaskan pembaruan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan magnitudo 6,2 dengan kedalaman 58 kilometer di selatan Pacitan.
Advertisement
“Tadi malam sekitar pukul 01.06 WIB terjadi gempa bumi dengan magnitudo yang cukup besar. Update terakhir dari BMKG menyebut magnitudenya 6,2 dengan kedalaman 58 kilometer di selatan Pacitan,” kata Agus, Jumat (6/3/2025).
Ia menuturkan, perbedaan data magnitudo yang sempat beredar merupakan hal yang lazim karena informasi awal bersumber dari pembacaan sensor awal dan akan diperbarui setelah analisis lanjutan dilakukan.
BACA JUGA
Selain gempa utama, hingga laporan terakhir tercatat 21 kali gempa susulan. Intensitasnya, menurut Agus, menunjukkan tren penurunan.
“Gempa besar biasanya diikuti gempa-gempa susulan yang lebih kecil. Sampai saat ini tercatat 21 kali gempa susulan dan trennya menurun. Mudah-mudahan kondisinya semakin aman,” ujarnya.
Berdasarkan data Pusdalops BPBD Bantul, dampak gempa M6,4 Bantul mencakup 11 rumah warga, dua fasilitas pendidikan, satu fasilitas kesehatan, empat fasilitas pemerintah, serta sejumlah tempat ibadah. Total sedikitnya 20 titik infrastruktur terdampak.
Agus menyebut sebagian besar kerusakan tergolong ringan. Namun, terdapat bangunan yang mengalami kerusakan cukup berat, di antaranya kantor Samsat Bantul.
“Rata-rata rusak ringan, kecuali Samsat cukup parah. Selain itu juga ada gedung Bappeda, gedung eks perpustakaan, bagian organisasi, serta area parkir PMI Kabupaten Bantul yang terdampak,” jelasnya.
Sementara itu, jumlah korban luka akibat gempa M6,4 Bantul tercatat 31 orang. Delapan orang masih menjalani rawat inap, sedangkan sisanya menjalani rawat jalan di berbagai fasilitas kesehatan.
Korban dirawat di RSUD Panembahan Senopati, RSUD Saras Adyatma, serta sejumlah rumah sakit swasta dan puskesmas di Bantul. Pemkab Bantul bersama BPBD, TNI, dan Polri masih melakukan pendataan lanjutan guna memastikan seluruh dampak gempa teridentifikasi, baik pada fasilitas umum maupun permukiman warga.
Pemkab Bantul Pastikan Biaya Perawatan Ditanggung
Pemkab Bantul memastikan korban luka akibat gempa M6,4 Bantul akan mendapatkan jaminan pembiayaan pengobatan. Pemerintah daerah siap menanggung biaya perawatan bagi korban yang tidak tercakup dalam jaminan BPJS Kesehatan.
“Kalau nanti tidak bisa dijamin BPJS, pemerintah kabupaten akan mengambil alih pembiayaan perawatan korban gempa. Masyarakat tidak perlu khawatir,” tegasnya.
Ia menambahkan, Dinas Kesehatan bersama Dinas Sosial akan melakukan pendataan serta penyelesaian administrasi pembiayaan pengobatan di rumah sakit pemerintah maupun swasta, seiring proses pemulihan pascagempa M6,4 Bantul yang masih berlangsung dan pemantauan gempa susulan oleh BMKG.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine
Advertisement
Berita Populer
- Antisipasi Virus Nipah, Dinkes Kulonprogo Perketat Kewaspadaan di YIA
- BPJS Kesehatan Nonaktif Februari 2026, Warga Sleman Tertahan Berobat
- Guru Honorer Kota Jogja Menyusut, Tersisa Sekitar 200 Orang pada 2026
- Kemiskinan Bantul Masih 11,54 Persen, Kalurahan Fokus NonFisik
- Lebih dari 126 Ribu Warga Sleman Peserta JKN Nonaktif, Ini Sebabnya
Advertisement
Advertisement




