Advertisement
Antisipasi Virus Nipah, Dinkes Kulonprogo Perketat Kewaspadaan di YIA
Yogyakarta International Airport (YIA) menjadi satu/satunya bandara bertaraf internasional untuk wilayah DIY dan Jawa Tengah. Tampak sejumlah pengguna bersiap memasuki Bandara YIA di Kulonprogo Daerah Istimewa Yogyakarta, belum lama ini.
Advertisement
Harianjogja.com,KULONPROGO—Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulonprogo bersama pengelola Yogyakarta International Airport (YIA) meningkatkan langkah antisipasi penyebaran virus nipah, khususnya melalui pintu masuk internasional di Bandara YIA pada Februari 2026. Upaya ini dilakukan untuk mencegah potensi masuknya virus zoonosis tersebut ke wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.
Peningkatan kewaspadaan dilakukan seiring diterbitkannya Surat Edaran (SE) Kementerian Kesehatan RI terkait kewaspadaan terhadap virus nipah. Bandara YIA menjadi salah satu titik krusial karena berperan sebagai gerbang mobilitas penumpang dari luar negeri menuju Kulonprogo dan sekitarnya.
Advertisement
General Manager Bandara YIA, Ruly Artha, menjelaskan bahwa proses skrining awal penumpang internasional dilakukan melalui pengisian data kesehatan di sistem All Indonesia. Melalui sistem tersebut, penumpang yang dinyatakan sehat secara otomatis dapat melanjutkan perjalanan masuk ke Indonesia.
“Untuk kedatangan internasional YIA disediakan petugas dan peralatan thermal scanner, selain mendeteksi juga untuk edukasi dan penanggulangan bilamana ada keluhan dari penumpang setelah penerbangan,” katanya kepada wartawan, Kamis (5/2/2026).
BACA JUGA
Selain pemeriksaan suhu tubuh, penumpang internasional juga berpotensi menjalani tahapan lanjutan berupa wawancara dan pemeriksaan epidemiologi. Jika ditemukan indikasi tertentu, petugas dapat melakukan swab test untuk memastikan kondisi kesehatan penumpang.
Ruly menuturkan, hasil pemeriksaan tersebut dapat diperiksa di Balai Besar Labkesmas Yogyakarta untuk keperluan investigasi lanjutan. Ia menegaskan hingga saat ini belum ada perubahan mendasar dalam prosedur identifikasi awal di Bandara YIA.
“Petugas melakukan profiling sebisa mungkin tanpa mengganggu alur pergerakan pengguna jasa,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinkes Kulonprogo, Susila Ningsih, menyampaikan bahwa pihaknya secara resmi meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran virus nipah di wilayahnya. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Kementerian Kesehatan RI terkait kewaspadaan virus zoonosis.
Susila Ningsih mengonfirmasi bahwa SE tersebut telah diterima dan dibahas dalam koordinasi rutin mingguan Tim Epidemiologi tingkat kabupaten. Arahan tersebut akan segera diteruskan ke seluruh fasilitas kesehatan (faskes) di Kulonprogo untuk memperkuat kesiapsiagaan deteksi dini.
“Rencananya, arahan ini akan segera diteruskan ke seluruh fasilitas kesehatan (faskes) di wilayah Kulonprogo untuk meningkatkan kesiagaan deteksi dini,” jelasnya.
Upaya lanjutan yang dilakukan Dinkes Kulonprogo meliputi pemantauan ketat melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR), serta penguatan koordinasi dengan faskes untuk mempercepat penemuan dan penanganan kasus. Langkah ini diharapkan mampu menekan risiko penyebaran virus nipah sejak dini, terutama dari jalur kedatangan internasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Washington Post PHK Sepertiga Karyawan, Krisis Media di AS Kian Dalam
Advertisement
India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine
Advertisement
Berita Populer
- Fina Mahardhika Luncurkan Buku Reflektif, Siap Diolah Jadi Pertunjukan
- Nyadran Makam Sewu Wijirejo Bantul Digelar 9 Februari 2026
- RSUD Wates Kembangkan Operasi Minim Sayatan, Pemulihan Lebih Cepat
- Kemiskinan di Dlingo Ditekan Lewat Agroforestry dan Kelapa Kopyor
- PSS Sleman Hadapi Empat Laga Tandang di Putaran Ketiga
Advertisement
Advertisement



