Alfamidi Berangkatkan 101 Karyawan Berprestasi ke Tanah Suci
PT Midi Utama Indonesia Tbk (Alfamidi) kembali memberangkatkan karyawan terbaik melalui program Trip Reward Umrah Best Employee.
Anggota Komisi IV DPRD DIY, Ika Damayanti Fatma Negara (kedua dari kanan), dan Kabid Pembinaan dan Pengembangan Perpustakaan DPAD DIY, Zulfa Kurniawan (kiri), hadir dalam kegiatan bedah buku dan sosialisasi bertajuk Di Balik Layar Judi Online: Fakta, Risiko, dan Realitas di Joglo Tursita Kharisma Negara, Milir, Kalurahan Kedungsari, Kapanewon Pengasih, Rabu (4/2/2026).- Harian Jogja/Khairul Ma'arif
Harianjogja.com, KULONPROGO—Judi online (judol) telah menelan banyak masyarakat ekonomi ke bawah dalam jurang keterpurukan. Berawal dari sekadar mengisi waktu luang, banyak masyarakat yang tanpa sadar terjerumus ke dalam jeratan judi online yang mematikan.
Fenomena ini menjadi sorotan utama dalam kegiatan bedah buku dan sosialisasi bertajuk Di Balik Layar Judi Online: Fakta, Risiko, dan Realitas yang digelar oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bekerja sama dengan Komisi D DPRD DIY.
Kegiatan yang diselenggarakan di Joglo Tursita Kharisma Negara, Milir, Kedungsari, Pengasih, Kulonprogo itu sekaligus menjadi ajang sosialisasi.
Dikemas dengan bedah buku yang bertemakan judol, anggota Komisi D DPRD DIY, Ika Damayanti Fatma Negara, mengingatkan bahwa pintu masuk judol sering kali terlihat sepele. Bagi ibu-ibu rumah tangga, godaan mungkin datang dari perilaku belanja daring yang impulsif.
Namun, bagi pria, rasa bosan saat tidak ada pekerjaan bisa menjadi awal mula mencoba peruntungan di situs judi. “Dimulai dari mengisi kegabutan, akhirnya lama-lama jadi pelaku. Tiba-tiba habis banyak, sawah orang tua hilang,” ujarnya, Rabu (4/2).
Ika menegaskan, judol bukan lagi masalah individu, melainkan ancaman bagi ketahanan keluarga dan masa depan bangsa. Bedah buku ini juga menjadi upaya penyebaran budaya baca dan pemahaman tentang bahaya judol.
Menurutnya, cara kerja judol diatur berdasarkan algoritma yang diinginkan bandar sehingga tidak akan pernah membiarkan pemain judol menang dalam jangka panjang. “Harapannya, dengan memahami cara kerja sistem yang manipulatif ini, masyarakat, terutama mereka yang baru ingin mencoba, bisa segera sadar dan menjauhi judol,” ujar perempuan yang merupakan anggota Fraksi Gerindra DPRD DIY ini.
Ika mengungkapkan, bahaya judol bisa merasuk hingga pemainnya mengambil langkah ke pinjaman online.
Kemampuan Literasi
Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Perpustakaan DPAD DIY, Zulfa Kurniawan, menekankan bahwa di era digital, masyarakat sering kali mengalami banjir informasi.
Setiap detik, informasi masuk tanpa filter, dan tidak semuanya benar. “Untuk menghadapi tantangan tersebut, kemampuan literasi dan analisis data menjadi harga mati. Fungsi untuk menganalisis dan mengkritisi informasi itu penting dilakukan agar masyarakat tidak terjebak berita palsu atau tipuan berbasis AI (kecerdasan buatan),” jelasnya.
Zulfa mengungkapkan, di tengah ancaman judol, kabar baik datang dari capaian literasi di DIY. Menurutnya, berdasarkan data 2025, DIY berhasil meraih skor minat baca tertinggi di Indonesia, yakni mencapai 79,99.
Capaian ini jauh melampaui statistik nasional 2019 yang sempat menempatkan Indonesia di peringkat bawah dalam studi Program for International Student Assessment (PISA).
Dia mengklaim, keberhasilan ini disebut sebagai buah dari kolaborasi aktif antara pemerintah daerah, legislatif, dan komunitas literasi melalui berbagai kegiatan seperti bedah buku faktual. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PT Midi Utama Indonesia Tbk (Alfamidi) kembali memberangkatkan karyawan terbaik melalui program Trip Reward Umrah Best Employee.
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.