Bank Jateng Raih Nominasi Prasasta Gala Awards 2026, Perkuat Kontribusi bagi Pembangun
Bank Jateng menjadi kandidat Prasasta Gala Awards 2026 kategori kontribusi bank pembangunan daerah bagi Jawa Tengah atas perannya mendukung pembangunan
Anggota Komisi D DPRD DIY, Ika Damayanti Fatma Negara (berdiri), menyampaikan pemaparan dalam bedah buku bertajuk Di Balik Layar Judi Online: Fakta, Risiko, dan Realita yang digelar di Joglo Durungan, Kapanewon Wates, Kulon Progo, Rabu (4/2/2026). - Harian Jogja/Khairul Ma'arif
Harianjogja.com, KULONPROGO—Sosialisasi budaya baca dan literasi yang dikemas dalam bedah buku bertajuk Di Balik Layar Judi Online: Fakta, Risiko, dan Realita digelar di Joglo Durungan, Kapanewon Wates, Kulonprogo, Rabu (4/2). Program edukatif tersebut diinisiasi oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY dengan menggandeng Komisi D DPRD DIY.
Uniknya, dalam kesempatan bedah buku ini tidak hanya dibahas isi buku, melainkan juga menghadirkan langsung mantan pelaku judi online (judol), seorang pria warga Sentolo.
Bedah buku menjadi jauh lebih interaktif saat penyintas judol yang kehilangan ratusan juta rupiah akibat judol menceritakan pengalamannya. Banyak masyarakat yang hadir dalam sosialisasi tersebut aktif bertanya karena penasaran.
“Saya awal main judol karena coba-coba sampai akhirnya kehilangan segalanya, sampai uang raib ratusan juta rupiah,” katanya saat acara bedah buku, Rabu.
Itulah sebabnya, dia mengingatkan agar warga Durungan tidak ada yang mencoba bermain judol seperti dirinya. Pasalnya, ketika sudah kecanduan akan sangat sulit menghentikannya. “Saya berpesan jangan sampai main judol karena banyak ruginya. Saya bisa berhenti karena memang sudah mentok dan sempat tidak memegang ponsel selama dua tahun,” ujarnya.
Sementara itu, anggota Komisi D DPRD DIY, Ika Damayanti Fatma Negara, menyampaikan eks pelaku judol sengaja dihadirkan untuk menunjukkan realitas dampak bahaya judol di masyarakat. Penyintas judol yang sudah tobat itu berbagi cerita dan menjelaskan apa yang membuatnya akhirnya kembali ke jalan yang benar, bebas dari judol.
“Supaya untuk gambaran masyarakat saja. Ketika nanti ada masyarakat yang menjadi penyintas judol, masyarakat di sekitarnya tahu apa yang harus dilakukan,” ujar dia.
Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD DIY itu menuturkan, bedah buku bertema bahaya judol dilakukan karena banyak masyarakat yang akhirnya terpapar dan kecanduan hingga menjual tanah, menjual sawah, sampai harta bendanya ludes.
Anak Muda
Parahnya, judol kini sudah menyasar anak-anak muda. “Jadi tujuannya adalah untuk menumbuhkan minat baca. Dengan membaca buku ini diharapkan, karena ini betul-betul sedang terjadi di masyarakat, mereka nanti sampai rumah mau membaca,” ujar Ika.
Sementara itu, Ketua Tim Bedah Buku DPAD DIY, Hadi Pranoto, menambahkan kegiatan ini bertujuan untuk kampanye literasi sebagai bagian dari upaya menyejahterakan masyarakat melalui peningkatan minat dan daya baca.
Menurutnya, kegiatan semacam ini mampu meningkatkan minat baca sekaligus menyadarkan masyarakat agar tidak terjebak judol. “Dalam kesempatan ini juga dibagikan buku agar dapat dibaca masyarakat sebagai upaya literasi bahaya judi online, sekaligus meningkatkan minat dan daya baca masyarakat,” kata dia. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bank Jateng menjadi kandidat Prasasta Gala Awards 2026 kategori kontribusi bank pembangunan daerah bagi Jawa Tengah atas perannya mendukung pembangunan
UNS Surakarta juara Campus League Badminton 2026 setelah menaklukkan BINUS dalam drama tiga set. UNS juga meraih gelar ganda putra.
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) memperkuat sinergi dengan PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) dan para pelaku usaha di kawasan industri
Guruh Soekarnoputra wafat di usia 73 tahun. Simak profil, pendidikan, perjalanan seni, penghargaan, hingga kiprahnya di DPR.
Sakit gigi berulang dan gigi berlubang dalam bisa menjadi tanda kerusakan. Kenali kapan Perawatan Saluran Akar atau PSA diperlukan.
Guruh Soekarnoputra meninggal dunia pada usia 73 tahun. Simak profil, perjalanan seni, Guruh Gipsy, hingga kiprahnya di dunia politik.