Bantul Siapkan Denda Bangunan Bermasalah, Target PBG Rp10 Miliar
Pemkab Bantul menyiapkan aturan denda bagi pelanggaran bangunan dan tata ruang untuk mendongkrak pendapatan PBG hingga Rp10 miliar pada 2027.
Seragam sekolah SD dan SMP - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Bantuan seragam sekolah gratis bagi siswa baru di Bantul ditargetkan mulai dibagikan pada awal tahun ajaran 2026/2027 sebagai upaya meringankan beban orang tua.
Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dikpora) Bantul saat ini masih mematangkan tahapan pengadaan agar distribusi bantuan dapat berjalan tepat waktu. Bantuan seragam tersebut direncanakan menyasar siswa baru SD, SMP, serta madrasah ibtidaiyah (MI) yang ada di wilayah Bantul.
Kepala Dinas Dikpora Bantul Nugroho Eko Setiyanto mengatakan, pembahasan saat ini masih fokus pada persiapan teknis pengadaan.
“Updatenya sekarang kita bahas dalam persiapan-persiapan untuk pengadaannya. Harapan kita nanti itu bisa diberikan kepada semua murid baru, baik yang di SD maupun yang ada di SMP, termasuk juga dari MI. Negeri dan swasta dapat juga. Jadi kita tidak membeda-bedakan,” kata Nugroho, Kamis (5/2/2026).
Menurut Nugroho, bantuan seragam gratis tersebut diprioritaskan khusus bagi siswa baru di dua jenjang pendidikan tersebut. Pemerintah daerah berharap pendistribusian bantuan dapat dilakukan bersamaan dengan dimulainya kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran baru.
“Pendistribusiannya kami harapkan semoga nanti Juli 2026 bisa didistribusikan, setelah siswa baru masuk,” ujarnya.
Kepastian pelaksanaan program ini sebelumnya juga disampaikan Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta. Ia memastikan bantuan seragam sekolah gratis akan mulai direalisasikan pada tahun ajaran 2026/2027.
Untuk mendukung program tersebut, Pemkab Bantul telah menyiapkan anggaran sekitar Rp5 miliar yang bersumber dari APBD Bantul 2026. Anggaran ini dialokasikan khusus untuk pengadaan bahan seragam bagi siswa baru.
Aris menjelaskan, bantuan akan diberikan dalam bentuk kain seragam. Siswa baru jenjang SD akan menerima bahan seragam merah putih, sedangkan siswa baru jenjang SMP akan memperoleh kain seragam putih biru.
“Nantinya siswa baru SD akan mendapatkan bahan seragam kain merah dan putih sedangkan untuk siswa baru SMP akan mendapatkan bahan seragam putih dan biru,” katanya.
Lebih lanjut, proses penjahitan seragam akan difasilitasi melalui Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) yang disalurkan ke masing-masing sekolah. Skema ini diharapkan tidak hanya meringankan beban orang tua siswa, tetapi juga menggerakkan perekonomian lokal.
“Kita juga ingin para penjahit mendapatkan rejeki dari program bantuan seragam gratis ini,” tuturnya.
Dengan skema tersebut, Pemkab Bantul berharap program seragam gratis mampu meningkatkan pemerataan akses pendidikan sekaligus memberikan dampak ekonomi berkelanjutan bagi pelaku usaha kecil di sektor jasa penjahitan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Bantul menyiapkan aturan denda bagi pelanggaran bangunan dan tata ruang untuk mendongkrak pendapatan PBG hingga Rp10 miliar pada 2027.
5 Juni 2026 memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan Hari Internasional Melawan Penangkapan Ikan Ilegal. Simak maknanya di sini.
Komitmen menjaga keberlanjutan jaringan irigasi sebagai penopang ketahanan pangan terus diperkuat melalui penyelenggaraan Workshop Gerakan Irigasi Bersih
Polres Bantul kembali membuka layanan SIM Keliling pada 5 Juni 2026 untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin melakukan perpanjangan SIM A dan SIM C.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menerima penghargaan sebagai salah satu pemerintah daerah berprestasi untuk kategori Pengendalian Inflasi Terbaik.
Perpanjang SIM A dan C di Kulonprogo lebih mudah melalui SIM Keliling 5 Juni 2026. Jadwal lengkap dan lokasi