Advertisement
Update Gempa Pacitan, 15 Warga Bantul Luka dan 13 Bangunan Rusak
Seismograf gempa bumi - Ilustrasi - StockCake
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL— Gempa bumi bermagnitudo 6,4 yang berpusat di selatan Pacitan, Jawa Timur, Jumat (6/2) pukul 01.06 WIB, menyebabkan 15 warga di Kabupaten Bantul mengalami luka-luka dan 13 bangunan mengalami kerusakan.
Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Mujahid Amrudin, menyampaikan data tersebut bersifat sementara dan dihimpun Pusdalops PB hingga pukul 09.30 WIB. “Laporan dampak sementara ada 13 titik. Kerusakan meliputi delapan rumah, dua tempat ibadah, satu fasilitas pemerintah, dua fasilitas pendidikan, serta satu fasilitas kesehatan,” ujar Mujahid.
Advertisement
Kerusakan bangunan tersebar di Kapanewon Banguntapan, Bantul, Imogiri, Pajangan, Pleret, Pundong, Sedayu, dan Srandakan, masing-masing satu titik. Kapanewon Jetis dan Kasihan tercatat mengalami dampak terbanyak, masing-masing tiga titik.
Selain itu, 15 warga mengalami luka akibat gempa. Para korban telah mendapatkan perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan, yakni tiga di RSU PKU Muhammadiyah Bantul, enam di RSUD Panembahan Senopati, dua di RSUD Saras Adyatma, serta masing-masing satu di RSU Permata Husada, RSU St. Elisabeth, RSU Prambanan, dan Puskesmas Sanden.
BACA JUGA
Mujahid menambahkan, BPBD bersama instansi terkait telah melakukan penanganan pascagempa secara terpadu, meliputi asesmen kerusakan, pemantauan pasang surut air laut, penanganan medis, dan monitoring potensi gempa susulan. Pihak yang terlibat antara lain Dinas Kesehatan, Disdikpora, PMI Bantul, PSC 119 Bantul, SRI Wilayah 3, TAGANA Bantul, FPRB kalurahan, dan masyarakat.
“Proses pendataan masih berlangsung sehingga jumlah dampak bisa berubah sesuai laporan terbaru dari lapangan,” kata Mujahid.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Bulog Targetkan Penyaluran 828 Ribu Ton Beras SPHP Sepanjang 2026
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement







