Advertisement

Pemkot Jogja Buka Pelatihan Gratis, AI hingga Bahasa Jepang

Jumali
Jum'at, 03 April 2026 - 09:27 WIB
Jumali
Pemkot Jogja Buka Pelatihan Gratis, AI hingga Bahasa Jepang Istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA — Warga Kota Jogja kini punya peluang meningkatkan keterampilan tanpa biaya lewat program pelatihan kerja gratis 2026 yang membuka berbagai kelas, mulai dari Artificial Intelligence hingga bahasa Jepang.

Program ini dirancang untuk membantu masyarakat lebih siap bersaing di dunia kerja maupun memulai usaha mandiri di tengah perubahan kebutuhan pasar.

Advertisement

Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Jogja kembali menggelar program pelatihan tahunan yang kali ini menghadirkan sejumlah bidang baru hasil usulan masyarakat melalui Musrenbang dan pokok pikiran DPRD.

Kepala Bidang Pengembangan Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Erna Nur Setyaningsih, menegaskan bahwa program ini difokuskan pada peningkatan daya saing tenaga kerja lokal.

“Kami melihat kebutuhan pasar saat ini. Contohnya pelatihan desain grafis yang sudah dilengkapi sertifikasi sehingga lulusannya lebih laku di pasar kerja,” terang Erna pada Kamis (2/4/2026).

Daftar Pelatihan Kerja 2026

Sebanyak 11 jenis pelatihan dijadwalkan berlangsung dari Maret hingga Oktober 2026, dengan beberapa kelas baru yang menyesuaikan tren pasar digital, di antaranya:

  • Artificial Intelligence (AI) (baru)
  • Bahasa Jepang (baru, peluang magang ke Jepang)
  • Landing Page (lanjutan Social Media Marketing)
  • Social Media Marketing
  • Desain Grafis dan Sertifikasi
  • Satpam
  • Tata Rias Pengantin dan Sertifikasi
  • Setir Mobil dan SIM A (Angkatan 1 & 2)
  • Pelatihan singkat untuk disabilitas dan keluarga disabilitas
    Cara Daftar via JSS

Program ini terbuka bagi warga ber-KTP Kota Jogja usia 18–58 tahun. Pendaftaran dilakukan secara online melalui aplikasi Jogja Smart Service (JSS) pada menu Sistem Informasi Pelatihan.

Calon peserta diwajibkan mengunggah dokumen seperti KTP, kartu kuning (AK1), ijazah terakhir, serta pas foto berwarna. Salah satu pelatihan yang paling diminati, yaitu setir mobil, bahkan telah dimulai sejak Maret 2026.

Inklusif dan Berkelanjutan

Dinsosnakertrans juga membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk mengikuti pelatihan umum maupun kelas khusus seperti kerajinan dan batik.

Tidak berhenti setelah pelatihan selesai, Pemkot Jogja juga melakukan evaluasi berkala untuk memastikan dampak program terhadap peserta.

“Kami melakukan evaluasi setiap enam bulan pascapelatihan untuk mengecek apakah mereka sudah bekerja atau berwirausaha. Kami juga aktif membagikan info lowongan kerja kepada alumni,” pungkas Erna.

Langkah ini diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi warga sekaligus menekan angka pengangguran dan kemiskinan di Kota Jogja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Tak Hadir Panggilan KPK, Pengusaha Rokok Jadi Sorotan

Tak Hadir Panggilan KPK, Pengusaha Rokok Jadi Sorotan

News
| Jum'at, 03 April 2026, 11:07 WIB

Advertisement

Blunder! Iklan Bus Skotlandia Gunakan Pemandangan China

Blunder! Iklan Bus Skotlandia Gunakan Pemandangan China

Wisata
| Rabu, 01 April 2026, 09:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement