Advertisement
Pemkot Jogja Buka Pelatihan Gratis, AI hingga Bahasa Jepang
Istimewa
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA — Warga Kota Jogja kini punya peluang meningkatkan keterampilan tanpa biaya lewat program pelatihan kerja gratis 2026 yang membuka berbagai kelas, mulai dari Artificial Intelligence hingga bahasa Jepang.
Program ini dirancang untuk membantu masyarakat lebih siap bersaing di dunia kerja maupun memulai usaha mandiri di tengah perubahan kebutuhan pasar.
Advertisement
Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Jogja kembali menggelar program pelatihan tahunan yang kali ini menghadirkan sejumlah bidang baru hasil usulan masyarakat melalui Musrenbang dan pokok pikiran DPRD.
Kepala Bidang Pengembangan Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Erna Nur Setyaningsih, menegaskan bahwa program ini difokuskan pada peningkatan daya saing tenaga kerja lokal.
BACA JUGA
“Kami melihat kebutuhan pasar saat ini. Contohnya pelatihan desain grafis yang sudah dilengkapi sertifikasi sehingga lulusannya lebih laku di pasar kerja,” terang Erna pada Kamis (2/4/2026).
Daftar Pelatihan Kerja 2026
Sebanyak 11 jenis pelatihan dijadwalkan berlangsung dari Maret hingga Oktober 2026, dengan beberapa kelas baru yang menyesuaikan tren pasar digital, di antaranya:
- Artificial Intelligence (AI) (baru)
- Bahasa Jepang (baru, peluang magang ke Jepang)
- Landing Page (lanjutan Social Media Marketing)
- Social Media Marketing
- Desain Grafis dan Sertifikasi
- Satpam
- Tata Rias Pengantin dan Sertifikasi
- Setir Mobil dan SIM A (Angkatan 1 & 2)
- Pelatihan singkat untuk disabilitas dan keluarga disabilitas
Cara Daftar via JSS
Program ini terbuka bagi warga ber-KTP Kota Jogja usia 18–58 tahun. Pendaftaran dilakukan secara online melalui aplikasi Jogja Smart Service (JSS) pada menu Sistem Informasi Pelatihan.
Calon peserta diwajibkan mengunggah dokumen seperti KTP, kartu kuning (AK1), ijazah terakhir, serta pas foto berwarna. Salah satu pelatihan yang paling diminati, yaitu setir mobil, bahkan telah dimulai sejak Maret 2026.
Inklusif dan Berkelanjutan
Dinsosnakertrans juga membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk mengikuti pelatihan umum maupun kelas khusus seperti kerajinan dan batik.
Tidak berhenti setelah pelatihan selesai, Pemkot Jogja juga melakukan evaluasi berkala untuk memastikan dampak program terhadap peserta.
“Kami melakukan evaluasi setiap enam bulan pascapelatihan untuk mengecek apakah mereka sudah bekerja atau berwirausaha. Kami juga aktif membagikan info lowongan kerja kepada alumni,” pungkas Erna.
Langkah ini diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi warga sekaligus menekan angka pengangguran dan kemiskinan di Kota Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Kronologi Brutal Pengeroyokan di Sleman, Berawal dari Geber Motor
- Rekening Donasi Dibuka untuk Warga Iran Terdampak Konflik
- Jadwal KRL Jogja Solo Jumat 3 April 2026, Padat Seharian Tarif Tetap
- Jelang Muscab, PKB Bantul Matangkan Konsolidasi Partai
- HUT ke-80 Sultan HB X, 16 Ribu Nasi Angkringan Ludes di Malioboro
Advertisement
Advertisement










