500 Peserta Adu Kekuatan Tarik Lokomotif 84 Ton di Balai Yasa Jogja
Sebanyak 500 peserta dari 30 tim mengikuti lomba tarik lokomotif 84 ton di Balai Yasa Jogja dalam rangka HUT ke-81 KAI.
Ilustrasi. /Solopos-M. Ferri Setiawan
Harianjogja.com, JOGJA— Pemerintah Kota Yogyakarta menyiapkan langkah konkret untuk menekan konsumsi energi di lingkungan birokrasi dengan membatasi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) kendaraan dinas.
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, mengungkapkan kebijakan ini akan diterapkan melalui sistem plafon harian. Skema tersebut menetapkan batas maksimal penggunaan BBM, yakni 5 liter per hari untuk mobil dinas dan 1 liter per hari untuk sepeda motor dinas.
Menurut Hasto, aturan ini dirancang agar kendaraan operasional benar-benar digunakan untuk kepentingan dinas, sekaligus menekan potensi pemborosan.
“Jika penggunaannya melebihi plafon karena kepentingan pribadi atau jarak rumah yang jauh, maka ASN yang bersangkutan harus menanggung sendiri kelebihannya,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).
Ia menjelaskan, penerapan plafon tersebut berpotensi menekan belanja BBM hingga sekitar 30 persen. Perhitungan itu didasarkan pada pembatasan konsumsi harian yang dinilai cukup signifikan dalam mengendalikan penggunaan energi.
“Kalau mobil kami batasi 5 liter per hari, berarti dalam empat hari sekitar 20 liter. Motor satu liter per hari, empat hari sekitar 4 liter. Itu sudah kami hitung bisa menekan konsumsi BBM cukup signifikan,” katanya.
Selain efisiensi anggaran, sistem ini juga dinilai mempermudah pengawasan kendaraan dinas. Setiap aparatur sipil negara (ASN) hanya dapat mengajukan klaim BBM sesuai dengan kuota yang telah ditentukan.
“Kalau pengawasan kendaraan dinas relatif mudah karena sudah dipatok. Mau digunakan ke mana saja, klaimnya tetap maksimal segitu. Kalau lebih, ya ditanggung pribadi,” ujarnya.
Lebih jauh, kebijakan ini menjadi bagian dari upaya membangun budaya hemat energi di lingkungan Pemkot Jogja. Pemerintah juga mendorong perubahan pola mobilitas ASN agar lebih efisien dan ramah lingkungan.
ASN diimbau mulai beralih ke moda transportasi alternatif seperti sepeda maupun sepeda listrik, terutama bagi yang berdomisili dekat kantor. Menurut Hasto, langkah ini tak hanya menghemat energi, tetapi juga berkontribusi pada pengurangan emisi di kawasan perkotaan.
“Kesadaran untuk tidak terlalu sering menggunakan kendaraan berbahan bakar minyak perlu dibangun bersama. Bisa dengan bersepeda atau menggunakan sepeda listrik, itu lebih efisien,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 500 peserta dari 30 tim mengikuti lomba tarik lokomotif 84 ton di Balai Yasa Jogja dalam rangka HUT ke-81 KAI.
Kemarau panjang di Cangkringan membuat dua sekolah kekurangan air dan memicu tiga kebakaran sejak Juni 2026.
Dinsos Kulonprogo mengingatkan penerima bansos wajib mendaftar Perlinsos karena aplikasi ini akan menjadi basis data penyaluran bantuan mulai 2027.
Muhammad Qodari membantah sejumlah tudingan terhadap Bakom, termasuk isu Timothy Ivan, rekrutmen PAN, dan anggaran media Rp60 miliar.
Menyusuri kawasan dalam benteng sambil mengayuh sepeda menjadi cara yang dipilih dalam Amazing Race bertajuk “Ngepit Jeron Benteng” pada Jogja World Heritage
Sebanyak 92.055 warga Gunungkidul terdampak kekeringan. Kapanewon Tepus menjadi wilayah terparah dengan 24.875 jiwa mengalami krisis air.