Advertisement
Pembangunan RTH Abu Bakar Ali Ditarget Mulai Pertengahan 2026
Ruang Terbuka Hijau / Ilustrasi Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA— Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY menargetkan pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Abu Bakar Ali (ABA) mulai direalisasikan pada pertengahan 2026. Saat ini, dokumen Detailed Engineering Design (DED) proyek tersebut telah rampung dan proses perizinan tengah berjalan.
Kepala DLHK DIY Kusno Wibowo mengatakan, pembangunan fisik RTH ABA dipastikan dimulai tahun ini setelah tahapan administrasi selesai.
Advertisement
“Rencananya tahun ini sudah mulai dibangun. DED sudah ada dan sekarang sedang mengajukan serat kekancingan ke Kraton,” ujarnya, Jumat (6/2/2026).
Ia menjelaskan lahan yang akan digunakan merupakan Sultan Ground milik Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Oleh karena itu, pemanfaatannya harus mendapatkan izin resmi melalui serat kekancingan.
BACA JUGA
“Kalau semua proses lancar, insyaallah pembangunan fisik dimulai pertengahan tahun,” katanya.
Area seluas sekitar 7.000 meter persegi yang sebelumnya digunakan sebagai Tempat Khusus Parkir (TKP) Abu Bakar Ali akan diubah menjadi RTH untuk mendukung pengurangan emisi karbon di kawasan Sumbu Filosofis Yogyakarta.
Dalam perancangannya, DLHK DIY membagi kawasan RTH ABA menjadi tiga zona utama, yakni zona publik, zona sosial, dan zona alam.
“RTH ini dirancang sebagai penanda keistimewaan di kawasan Sumbu Filosofi yang merupakan warisan budaya dunia. Selain itu juga berfungsi sebagai penyeimbang iklim mikro karena ada zona alam,” jelas Kusno.
Ia menambahkan, kawasan tersebut akan menjadi ruang interaksi dan rekreasi yang inklusif serta ramah anak. Selain itu, RTH ABA juga disiapkan sebagai ruang pembelajaran dengan konsep vegetasi bernilai filosofi dan budaya, sekaligus habitat bagi burung.
Secara keseluruhan, tutupan hijau di RTH ABA ditargetkan mencapai sekitar 55 persen dari luas lahan, dengan kapasitas pengunjung diperkirakan bisa menampung sekitar 1.000 orang.
Sebagai kawasan yang dirancang menjadi habitat burung, RTH ABA akan ditanami pepohonan berukuran besar, termasuk tanaman endemik Yogyakarta maupun pohon yang memiliki makna filosofi.
“Nanti akan ada pohon-pohon khas Jogja atau yang punya nilai filosofi tertentu. Jenisnya sudah dikaji dalam DED, disesuaikan dengan kondisi kawasan,” ujarnya.
Kusno juga menyampaikan lahan calon RTH tersebut telah dikosongkan sejak tahun lalu. Seluruh aktivitas parkir sebelumnya telah direlokasi ke eks Menara Kopi Kotabaru.
Sementara itu, bangunan TKP ABA dipindahkan ke TKP Ketandan yang kini telah dibangun menjadi area parkir bertingkat tiga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Gempa Pacitan M 6,2 Berdampak di Tiga Provinsi, BNPB Siaga Penuh
Advertisement
India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement



