Mendikdasmen Tegaskan Ekskul Korps Kadet Tak Wajib
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi. /Harian Jogja-Heroe Poerwadi
Harianjogja.com, JOGJA--Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi terserang COVID-19 dan menjalani isolasi mandiri di rumah karena termasuk kategori pasien dengan gejala ringan menurut hasil pemeriksaan.
"Kondisi kesehatan semakin membaik. Batuk dan dahak mulai berkurang. Saya harapkan kondisi badan akan semakin bugar," kata Heroe dalam rekaman video yang disampaikan oleh Humas Pemerintah Kota Yogyakarta di Yogyakarta pada Rabu (21/7/2021).
Heroe, yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kota Yogyakarta, dinyatakan positif terserang COVID-19 pada Senin (19/7/2021).
Pada Selasa (20/7/2021) dia menjalani pemeriksaan kesehatan di RS Jogja, termasuk pemeriksaan darah dan paru-paru.
"Kondisi paru-paru bersih, dan tidak ada hal-hal yang mengkhawatirkan dari hasil pemeriksaan darah. Dari hasil pemeriksaan ini, maka saya dinyatakan bergejala ringan," kata Heroe.
BACA JUGA: Sebanyak 78 Warga DIY Hari Ini Meninggal Dunia karena Covid-19
Sesuai ketentuan pemerintah, pasien COVID-19 dengan gejala ringan dapat melakukan isolasi mandiri di rumah dengan pengawasan dari petugas kesehatan.
"Dengan menjalani isolasi mandiri di rumah, tentu akan merasa lebih nyaman. Proses isolasi tetap harus dijalankan dengan baik untuk menghabiskan masa inkubasi virus dan nantinya tubuh benar-benar bersih dari virus," kata Heroe.
Sampai saat ini, Heroe pun tidak mengetahui dari mana dia tertular virus corona. "Sangat sulit diketahui dari mana asal paparan karena virus sangat mudah tersebar," katanya.
Namun Heroe mengemukakan kemungkinan dia tertular virus corona di lingkungan rumah karena beberapa orang yang tinggal dan bekerja di kediamannya dinyatakan positif COVID-19.
“Lingkungan di keluarga memang menjadi titik potensial terjadinya paparan. Makanya, ada pembelajaran berharga atas kondisi ini, yaitu bagaimana meningkatkan kedisiplinan protokol kesehatan di lingkungan keluarga,” katanya.
Ia kembali mengingatkan masyarakat agar tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan guna mencegah penularan COVID-19, khususnya membatasi interaksi dengan orang lain.
“Virus ini akan mati dalam waktu 14 hari apabila tidak berpindah ke orang lain. Kalau seluruh masyarakat bisa serentak membatasi aktivitas dan interaksi selama 14 hari, maka harapannya penularan bisa dikendalikan dan virus lenyap,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
Indonesia masih berpeluang menambah emas Asian Games 2026 lewat sepak takraw dan padel setelah mengoleksi 35 medali.
KBRI Bangkok mengimbau WNI di Thailand memantau cuaca dan kondisi jalan untuk mengantisipasi banjir hingga 7 Oktober 2026.
Hashim mundur dari WIFI. Pengamat menilai Internet Rakyat dan pemanfaatan spektrum 1,4 GHz tetap berjalan sesuai komitmen perusahaan.
DPRD Kota Jogja mendorong pengembangan UMKM secara merata hingga tingkat kampung melalui promosi, pemasaran, dan dukungan berkelanjutan.
Cek Kesehatan Gratis atau CKG telah menjangkau 99,1 juta jiwa pada 2026 dan ditargetkan mencapai 130 juta jiwa.