Kemenhut Pastikan Penanganan Kebakaran TNBTS Berjalan Terpadu
“Untuk pemadaman sekarang, ada tiga helikopter yang sudah beroperasi untuk pemadaman titik api, terutama di kelerengan yang tidak bisa dijangkau oleh pasukan,"
Foto ilustrasi. /Ist-dok Polda DIY
Harianjogja.com, JOGJA- Pemda DIY akan membentuk Satuan Tugas Khusus (Satgasus) untuk memantau dan mengajak pasien Covid-19 yang isolasi mandiri (Isoman) di rumah agar pindah ke selter terpusat untuk memudahkan pemantauan dan perawatan.
Koordinator Bidang Penegakan Hukum Satgas Penanganan Covid-19 DIY, Noviar Rahmad mengatakan Satgasus nantinya akan dibentuk di tiap kapanewon atau kemantren dengan anggota dari tim medis puskesmas, TNI-Polri dan seksi ketertiban di setiap pakanewon atau kemantren. Total anggota tiap tim sekitar 10 orang.
“Satgasus ini tugasnya mengedukasi dan mensosialisasikan kepada pasien yang isoman agar mau pindah ke selter terpusat untuk memudahkan pengawasan,” kata Noviar, Minggu (25/7/2021).
Baca juga: Hari Terakhir PPKM, Pemerintah Gagal Capai Target Turunkan Kasus Covid-19
Pihaknya belum bisa menerapkan upaya paksa seperti di daerah lainnya di Jateng yang memaksa pasien Covid-19 yang isoman untuk pindah ke selter.
“Kami sifatnya masih persuasif dan imbauan. Kami memgimbau kepada masyarakat yang masih melaksanakan isoman di rumah agar pindah ke selter yang disiapkan pemerintah,” ujar Noviar.
Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) ini menyatakan isolasi di selter lebih terjaga dan terawasi kondisi tiap pasien Covid-19 sehingga jika terjadi perburukan kondisi pasien, pihak koordinator dan tim medis dari tiap selter akan langsung merujuknya ke rumah sakit.
Baca juga: PPKM Level 4 Dilonggarkan, Jokowi: Pasar dan PKL Boleh Buka
Saat ini diakui Noviar masih banyak selter kosong yang disediakan Pemda DIY, pemerintah kabupaten dan kota maupun pemerintah kalurahan. Sebelumnya Kepala Dinas Sosial DIY, Endang Patmintarsih mengatakan sampai 21 Juli 2021 lalu tercatat ada 54 selter yang ada di DIY dengan rincian selter yang dibentuk Dinas Sosial DIY sebanyak 32 selter dengan daya tampung 816 orang.
Kemudian selter yang dibentuk pemerintah kabupaten kota sebanyak 12 selter dengan daya tampung 680 orang, dan selter yang dibentuk oleh perguruan tinggi dan hotel sebanyak 10 selter dengan daya tampung 869 orang. Selter yang dibentuk Dinas Sosial DIY sejak 1 Juli lalu sudah terisi sebanyak 778 orang dan yang sudah dinyatakan sembuh atau sudah keluar selter sebanyak 423 orang sehingga yang terisi sebanyak 294 orang. Masih tersisa sebanyak 522 orang.
Sementara selter yang disediakan pemerintah kabupaten dan kota terisi 437 orang sehingga kosong 243 orang. Adapun selter yang dibentuk perguruan tinggi dan hotel sudah terisi 302 orang dan masih tersedia 567 orang. “Selter yang kita layani dari 32 selter itu yang aktif dan ada penyintasnya baru 19 selter. Selter yang aktif juga banyak yang kosong,” kata Endang, Jumat (23/7/2021).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
“Untuk pemadaman sekarang, ada tiga helikopter yang sudah beroperasi untuk pemadaman titik api, terutama di kelerengan yang tidak bisa dijangkau oleh pasukan,"
DPAD DIY kembali menggelar workshop perbaikan buku rusak karena minat masyarakat membaca buku fisik masih tinggi.
Menkeu Purbaya siapkan sekitar Rp31,1 triliun untuk mengalihkan pembayaran gaji PPPK daerah ke pemerintah pusat mulai Januari 2027.
DPRD Kota Jogja mulai mengarahkan tamu kunjungan kerja ke kampung wisata untuk mengenalkan produk lokal dan mendorong ekonomi masyarakat.
YIA menyalurkan Rp100 juta untuk penanganan stunting 115 balita di Kulonprogo melalui PMT, multivitamin, edukasi, dan ayam petelur.
BPBD Kota Jogja menyiapkan sistem notifikasi banjir langsung ke HP warga melalui jaringan seluler untuk mempercepat peringatan dini.