Apple Ubah Strategi AI di China, Kolaborasi dengan Alibaba
Apple dikabarkan melatih model AI khusus untuk pasar China bersama Alibaba. Langkah ini membuka jalan bagi peluncuran Apple Intelligence di China dan memperkuat
Ilustrasi uang. /Bisnis- Paulus Tandi Bone
Harianjogja.com, BANTUL--Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) senilai Rp600.000 untuk Mei dan Juni di Bantul, dinilai banyak salah sasaran.
Lurah Seloharjo, Pundong, Bantul, Mahardi Badrun mengatakan di tempatnya banyak ditemukan penyaluran BLT yang tidak sasaran. Hal ini disebabkan banyaknya data KPM yang tidak valid.
BACA JUGA : Soal BLT saat PPKM Darurat, Ini Kata Sultan Jogja
“Banyak warga miskin di tempat kami yang seharusnya berhak justru tidak masuk dalam KPM BLT,” kata Badrun, Sabtu (30/7/2021).
Tidak sampai di situ, Badrun yang juga Sekretaris Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Bantul dibikin kaget dengan masuknya nama anaknya sebagai penerima BLT. Padahal, seharusnya, anaknya tidak masuk dalam daftar penerima BLT.
“Dan tidak hanya anak saya, banyak anak orang mampu yang bisa menguliahkan juga dapat BLT. Terus dulu verifikasinya bagaimana? kok bisa data tidak valid masuk dalam daftar penerima BLT?,” katanya.
Karena merasa mampu, dan banyak yang lebih membutuhkan, Badrun mengungkapkan, besaran BLT senilai Rp600.000 dan beras untuk anaknya akhirnya dialihkan ke warga lainnya. “Untuk selain anak saya, enggak tahu apakah dialihkan atau tidak?,” jelas Badrun.
Sementara warga Srigading, Sanden, Murtijo mengatakan anaknya justru mendapatkan BLT senilai Rp600.000. Padahal, harusnya kepala keluarga dari KPM mendapatkan BLT.
BACA JUGA : BLT PPKM Darurat Kabupaten Bantul Hanya Dipriroitaskan
“Dan, selain anak saya, juga banyak anak lainnya yang menerima. Padahal orang tuanya tidak menerima. Saya juga tidak tahu alasan pendampingnya itu memasukkan mereka sebagai penerima BLT,” jelasnya.
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Bantul, Didik Warsito, mengaku akan mengecak kembali penerima BLT. “Jika tidak sesuai akan kami konfirmasikan,” kata Didik.
Sementara terkait dengan bantuan beras 10 kilogram, Didik memastikan telah mulai disalurkan sejak 27 Juli 2021. Adapun jumlah penerima bantuan beras ini ada 78.908 warga, 22.392 adalah penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) dan 56.516 penerima manfaat program keluarga harapan (PKH).
“Untuk penyalurannya kami harapkan tetap mengedepankan protokol kesehatan sesuai dengan teknis yang disusun dan disesuaikan masing-masing Kalurahan,” ucap Didik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Apple dikabarkan melatih model AI khusus untuk pasar China bersama Alibaba. Langkah ini membuka jalan bagi peluncuran Apple Intelligence di China dan memperkuat
Pieter Huistra menilai PSS Sleman berada di jalur tepat untuk membangun permainan dominan menjelang Super League 2026/2027.
Gempa M7,7 yang berpusat di Nagekeo dirasakan di Kota Bima. Satu rumah rusak sedang, Gudang Bulog dan plafon masjid juga terdampak.
IMI menghentikan sementara drag race di lintasan non-permanen seperti jalan raya dan kompleks perumahan di seluruh Indonesia.
Sebanyak 68 foto jurnalistik ANTARA dipamerkan di Titik Nol Kilometer Jogja pada 14-21 Agustus untuk menyemarakkan HUT Kemerdekaan RI.
Pemerintah menargetkan pembiayaan RAPBN 2027 sebesar Rp671,2 triliun, turun 8,6% dari outlook 2026 yang mencapai Rp734,3 triliun.