Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, WONOSARI – Dinas Kesehatan Gunungkidul mendata hingga akhir Juli terdapat tujuh ibu hamil dan melahirkan meninggal dunia. Di masa pandemi ini, keberadaan ibu hamil sangat rentan sehingga upaya pemantauan bakal ditingkatkan agar kematian ibu dan bayi dapat ditekan.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, kematian terhadap tujuh wanita yang hamil atau melahirkan yang dinyatakan positif corona sebanyak dua orang. Pihaknya, sudah menyiapkan layanan tatap muka ke rumah untuk mengurangi risiko pemaparan terhadap ibu hamil.
“Tentunya kunjungan ke rumah ini juga harus dilakukan dengan melaksanakan protokol kesehatan secara ketat,” kata Dewi kepada wartawan, Minggu (1/8/2021).
BACA JUGA : Delapan Ibu Hamil di Jogja Meninggal karena Positif Covid
Meski ada risiko penularan virus corona, ia berharap kepada ibu-ibu tetap rutin memeriksakan kandungan sehingga bayi yang didalam rahim dapat tumbuh dengan sehat. “Pemeriksaan ini sangat penting sehingga harus dilakukan secara berkala,” katanya.
Ditambahkan Dewi, untuk pelayanan persalinan dengan standarisasi penangan Covid-19, pada awalnya hanya dilakukan di RSUD Wonosari. Meski demikian, pelayanan sudah diperluas karena Puskesmas 1 Semin dan Rogkop sudah bisa melakukan layanan ini.
“Tentunya kami ingin semua puskesmas bisa melayani. Tapi, harus dilakukan kajian karena pelayanan dengan standarisasi Covid-19 membutuhkan penanganan dan prosedur khusus,” ungkapnya.
Direktur RSUD Wonosari, Heru Sulistyowati mengatakan, pihaknya menyediakan enam kamar tidur untuk pelayanan ibu hamil yang konfirmasi positif corona maupun suspek. Adapun jumlah ini, dua unit berada di IGD, satu tempat tidur di ruang bersalin dan tiga unit di ruang isolasi. “Fasilitas ini disediakan untuk memberikan kemudahan dan keamanan dalam pelayanan,” katanya.
BACA JUGA : 17 Ibu Hamil Terinfeksi Covid-19 di Bantul Meninggal Dunia
Menurt Heru, belum lama ini salah satu ruangan digunakan untuk merawat pasien ibu melahirkan. Meski demikian, ia belum bisa memastikan apakah anaknya ikut terpapar virus corona.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Makam mertua Djaduk Ferianto di Kuncen Lama dirusak. Ahli waris menyoroti biaya perawatan, Pemkot Jogja berencana menata pengelolaannya.
Gelombang pasang menerjang Pantai Pandansimo, Bantul, membuat tiga rumah rusak berat. Warga diminta waspada gelombang tinggi.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan jalan tol harus membuka akses ke pusat ekonomi untuk mendorong investasi dan pertumbuhan.
Pemkab Gunungkidul merehabilitasi tiga pasar tradisional pada 2026. Perbaikan Pasar Wotgaleh, Karangijo, dan Ngrancah terkendala anggaran.
Donald Trump kembali mengancam Iran dengan operasi militer jika diplomasi nuklir gagal. Simak 4 ancaman terbaru Trump dan dampaknya bagi Selat Hormuz.