Profil Gus Rozin Bangun BPRS untuk UMKM di Sekitar Pesantren
Gus Rozin merintis BPRS di Pati sejak 2005 untuk memperluas akses modal UMKM dan memperkuat ekosistem ekonomi syariah pesantren.
Jajaran senat UII saat menghadiri Sidang Terbuka Senat Milad ke-76 UII, di Auditorium Prof. Kahar Mudzakkir, Kompleks Kampus Terpadu UII, Kamis (4/4/2019)./Harian Jogja-Uli Febriarni
Harianjogja.com, JOGJA--Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta meraih akreditasi unggul pada reakreditasi perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).
"UII merasa bersyukur bahwa ikhtiar kolektif yang selama ini dilakukan itu diapresiasi oleh lembaga eksternal. Dalam hal ini adalah akreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi yang telah memberikan predikat unggul ke Universitas Islam Indonesia," kata Rektor UII Fathul Wahid melalui keterangan tertulis di Yogyakarta, Senin (9/8/2021).
Akreditasi unggul yang diraih UII dibuktikan melalui Surat Keputusan BAN-PT No. 705/SK/BAN-PT/AK-ISK/PT/VIII/2021.
Berdasarkan tingkatannya, ada tiga level akreditasi yakni A, B, dan C. Ketiga tingkatan itu mengacu pada akreditasi yang dilakukan dengan Instrumen Akreditasi 7 standar.
BACA JUGA: Epidemiolog Sebut PPKM Level 4 Masih Perlu Diperpanjang
Sedangkan untuk akreditasi yang dilakukan dengan Instrumen Akreditasi Program Studi (IAPS) 4.0 dan Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi (IAPT) 3.0 menghasilkan penilaian akreditasi unggul, baik sekali, dan baik.
Raihan akreditasi unggul ini menandakan suatu perguruan tinggi memperoleh prestasi yang sangat baik dan melampaui Standar Nasional Pendidikan Tinggi di Indonesia.
Selain akreditasi unggul untuk institusi yang telah didapatkan saat ini, UII juga mendapatkan akreditasi unggul atas 17 program studi.
Dari 25 pilihan program studi di UII saat ini, menurut Fathul, lebih dari 70 persen telah mendapatkan akreditasi program studi A dan ditambah dengan capaian terbarunya, saat ini ada 17 program studi UII telah terakreditasi unggul.
Menurut dia, capaian akreditasi ini merupakan bentuk pemenuhan standar perguruan tinggi dan bukan sebagai suatu pembanding. Sehingga, jika masih terdapat program studi yang memiliki akreditasi B, hal ini tidak dapat dimaknai sebagai sesuatu yang buruk.
"Predikat akreditasi itu tergantung banyak hal, bisa juga dipengaruhi oleh usia. Hal ini dikarenakan predikat akreditasi sangat dipengaruhi oleh akumulasi, sumberdaya, dan lainnya," kata dia.
Ia mengatakan capaian akreditasi ini bukan berarti dapat dijadikan sebagai alat untuk merendahkan yang lain. Tapi sebaliknya, prestasi tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi yang lainnya.
"Sebagai langkah ke depannya, UII terus berkomitmen untuk meningkatkan berbagai hal yang dirasa masih kurang. Upaya yang ditempuh, seperti terus memfasilitasi berbagai program studi dengan hibah, pendampingan. Dengan demikian, UII bisa terus meningkatkan levelnya di masa yang akan datang," ujar Fathul Wahid.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Gus Rozin merintis BPRS di Pati sejak 2005 untuk memperluas akses modal UMKM dan memperkuat ekosistem ekonomi syariah pesantren.
Lebih dari 100 perusahaan meminta pertahanan siber diperkuat menghadapi ancaman AI yang dapat menyasar rumah sakit, pengolahan air, dan infrastruktur internet.
Ketua Umum PPP Muhamad Mardiono mendorong keluarga kader menjadi kekuatan partai menghadapi verifikasi 2027 dan Pemilu 2029.
Penjualan BYD turun 15,72% pada semester I 2026, tetapi ekspor melonjak 67,8% menjadi 792.000 unit di tengah persaingan pasar China.
Saham Unitree Robotics melonjak 629% saat debut di Shanghai dan membuat kekayaan Wang Xingxing mencapai US$16 miliar. Namun, sahamnya kemudian anjlok.
Meta sepakat membayar hingga US$18 miliar dalam kasus kecanduan media sosial. Instagram dan Facebook kini wajib memperketat aturan bagi remaja.