Puluhan Mahasiswa UNJ Kunjungi Harian Jogja
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Gubernur DIY, Sri Sultan HB X,s aat ditemui wartawan di Kantor Gubernur DIY, Kamis (21/1/2021). /Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA-Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menargetkan vaksinasi warga DIY selesai 100% pada Oktober mendatang dan minimal 70% pada September mendatang atau di atas 50%. Untuk mempercepat cakupan vaksinasi tersebut Sultan telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus penanganan vaksinasi.
“Kami membuat Satgas penanganan vaksinasi di provinsi, kabupaten dan kota dengan harapan bisa mempercepat vaksinasi. Sehingga semakin tinggi yang divaksinasi itu faktualnya positif itu relatif lebih kecil risikonya daripada enggak [divaksin]. Mengurangi angka kondisi kurang bagus masih tingginya kematian,” kata Sultan, Senin (9/8/2021).
Sultan mengatakan target Oktober selesai 100% vaksinasi tersebut merupakan permintaan Pemerintah Pusat. Kemudian ditindaklanjuti dengan pembentukan Satgas yang bisa menjangkau vaksinasi sampai kalurahan dan RT/RW. Proses vaksinasi juga akan melibatkan TNI dan Polri untuk percepatan vaksinasi.
Selama ini vaksinasi melalui organisasi dan asosiasi juga sudah dilakukan secara massal, namun kurang efektif, sehingga vaksinasi perlu didekatkan kepada warga di RT dan RW. Sebab penularan Covid-19 paling besar saat ini juga tingkat keluarga dan tetangga, “Harapan bisa mempercepat vaksinasi,” ujar Sultan.
Prosesnya nanti tergantung Satgas apakah akan dilakukan di kalurahan atau di tingkat RT dan RW, kemudian di kumpulkan dalam satu tempat, kecuali difabel yang mungkin kesulitan mengakses lokasi vaksinasi bisa didatangi ke rumah-rumah.
Baca juga: Menkes: Warga Sudah Divaksin, Makan di Restoran Boleh Lepas Masker
Vaksinasi jemput bola saat ini diakui Sultan sudah dilakukan seperti di Sleman dan Bantul dan diharapkan diikuti kabupaten lainnya. Sultan memastikan stok vaksin masih mencukupi dan akan dikirim kembali dari Pemerintah Pusat jika stok habis karena DIY salah satu daerah yang menjadi perioritas percepatan vakainasi.
“Begitu [vaksin] provinsi habis diambil kabupaten kita bisa minta lagi [ke Pemerintah Pusat],” tandas Sultan.
Lebih lanjut Sultan meyakini yang sudah teraksin akan lebih rendah tingkat keparahan sakitnya ketimbang yang belum divaksin sehingga bisa mengurangi angka kematian akibat Covid-19.
Cakupan vaksinasi di DIY saat ini, Sultan menlanjutkan, belum sampai 50%. Sultan berharap cakupan vaksinasi bisa lebih dari 50% akhir bulan ini atau awal September mendatang sehingga Oktober diharapkan mampu mencapai 100%.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan cakupan vaksinasi untuk dosis pertama sampai 9 Agustus 2021 baru mencapai 43,34% atau 1.248.170 orang dari total sasaran 2.879.699 orang. Sementara dosis kedua 483.172 atau 16,78%. Adapun cakupan dosis ketiga untuk nakes mencapai 3.492 atau 10.33% dari total sasaran tenaga kesehatan 33.799 orang.
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Basakra Aji mengatakan keberadaan Satgas penanganan vaksinasi yang diketuai oleh Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Administrasi Umum, Sumadi, itu akan mengawal proses vaksinasi terkait pelaksanaan vaksinasi, stok vaksin di kabupaten kota misalnya yang sudah dirop berapa dan yang sudah divaksin berapa dan kekurangannya berapa.
“Kedua mengatur tenaga vaksinator, satu tim minimal empat orang bisa disebar, yang kira-kira lebih bisa digeser ke kabupaten lain. Mengatur sasaran vaksinasi,” ujar Baskara Aji.
Baskara Aji mengatakan vaksinasi bisa dilakukan masal atau di sentra-sentra vaksinasi dengan lingkup terkecil supaya lebih dekat dengan sasaran vaksinasi seperti di kapanewon, puskesmas, atau di kalurahan-kalurahan sehingga sasaran tidak harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan vaksin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
6 negara naikkan biaya visa 2026: Jepang 5 kali lipat, Australia 3 kali lipat, Korea, Inggris, Mesir, Belgia. Cek rincian biaya terbaru buat traveler Indonesia.
Vicky Prasetyo membantah tudingan menelantarkan Fangfang yang mengaku sebagai istri siri dan sedang hamil sembilan bulan. Vicky mengklaim tetap memberikan nafka
Tes kanker mulut baru qMIDS dengan usapan sikat, hasil 1 jam, akurasi 95,5%. Tanpa biopsi menyakitkan. Ilmuwan Inggris-India kembangkan deteksi dini
Disdikpora Kulonprogo memastikan MPLS 2026 berlangsung ramah, aman, dan bebas perpeloncoan. Sekolah juga dapat menghadirkan KPU untuk memberikan pendidikan.
Cari mobil Eropa bekas di bawah Rp100 juta? Peugeot 207, Peugeot 308, BMW E46, dan Mercedes-Benz W203 bisa menjadi pilihan dengan konsumsi BBM yang masih cukup