Penanganan 11 Bayi di Pakem Disorot, Polisi Bentuk Tim Khusus
Polresta Sleman bentuk tim khusus untuk selidiki kasus 11 bayi di Pakem, termasuk dugaan adopsi ilegal dan TPPO.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih/Harian Jogja-Dok.
Harianjogja.com, BANTUL- Pemkab Bantul berencana memberikan sejumlah jaminan kepada anak yatim piatu yang orang tuanya meninggal dunia karena Covid-19. Saat ini pendataan anak yatim piatu terus dilakukan.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih pada Kamis (12/8/2021) menyampaikan saat ini tengah didata anak yatim piatu akibat Covid-19. Halim meminta kepada masyarakat untuk segera melaporkan adanya yatim piatu akibat Covid-19 di lingkungannya.
"Sedang berproses ya. Kami melakukan pendataan anak-anak yatim piatu yang ditinggal orang tuanya karena Covid-19 ini kan terus kita terbuka kepada masyarakat menyampaikan laporannya agar segera bisa kita dapatkan jumlahnya," terangnya.
Pemkab Bantul disebutkan Halim sudah menyiapkan bantuan-bantuan serta jaminan sosial bagi yatim piatu akibat Covid-19. "Ada tiga yang kami siapkan. Satu jaminan kesehatan, dua jaminan pendidikan yang ketiga jaminan hidup," jelasnya.
BACA JUGA: Pembatasan Rumah Ibadah di Gunungkidul Dilonggarkan
Secara rinci, jaminan pendidikan yang disebutkan Halim mengkover biaya pendidikan anak yatim piatu hingga SMA. "Jaminan pendidikan setidaknya sampai SMA. Karena wajib belajar 12 tahun. [Sepenuhnya biaya ditanggung Pemkab Bantul] Ya, melalui APBD maupun dana dari sumber lain seperti Baznas dan lain-lain," pungkasnya.
Lebih lanjut, Halim menerangkan ketiga jaminan yang bakal diberikan kepada anak yatim piatu akibat Covid-19 akan mengacu peraturan bupati yang tengah disiapkan. "Itu nanti akan kita peraturan bupatinya, nanti akan kita keluarkan Perbup untuk memberikan tiga jaminan, jaminan kesehatan, jaminan pendidikan, jaminan hidup," tegasnya.
"Sehingga tidak boleh ada di Bantul ini anak-anak yang kapiran atau terlantar karena ditinggal kedua orang tuanya. Tunggu, sebentar lagi akan kita terbitkan peraturan bupatinya," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polresta Sleman bentuk tim khusus untuk selidiki kasus 11 bayi di Pakem, termasuk dugaan adopsi ilegal dan TPPO.
Program penghapusan denda PBB Sleman hasilkan Rp4,4 miliar, bantu warga dan dongkrak PAD 2026.
Makna Idul Adha 2026 ditegaskan PBNU: kurban bukan sekadar ritual, tapi wujud ketaatan, kepedulian sosial, dan kesiapan menerima kritik.
Skuad Amerika Serikat untuk Piala Dunia 2026 resmi diumumkan, dipimpin Christian Pulisic dan Mauricio Pochettino.
Bupati Bantul tegaskan pembubaran ibadah GMS melanggar konstitusi, polisi pastikan tidak ada ruang intoleransi.
Peluang kerja PMI di Kuwait makin terbuka 2026, pemerintah dorong perlindungan dan perluasan sektor kerja.