Survei SPPG Bantul Dimulai Akhir September, MBG Dipantau Ketat
Pemkab Bantul menyiapkan survei berkala untuk mengevaluasi SPPG dan pelaksanaan MBG, termasuk jumlah, distribusi, kemasan, dan waktu konsumsi.
Foto ilustrasi penerangan jalan/Antara/Mohamad Hamzah
Harianjogja.com, JOGJA--Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja mulai menyalakan beberapa lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di sejumlah ruas jalan. Penyalaan lampu PJU itu seiring dengan dilonggarkannya beberapa sektor di masa perpanjangan PPKM ini.
Kepala DPUPKP Kota Jogja, Hari Setyawacana mengatakan, lampu PJU yang dinyalakan itu berada di sejumlah ruas jalan yang tidak berpotensi menimbulkan kerumunan. Area-area yang aktivitas masyarakatnya cenderung tidak terlalu tinggi menjadi prioritas dalam penyalaan lampu PJU itu.
"Tapi pada sebagian area atau jalan yang berpotensi menimbulkan kerumunan akan tetap dipadamkan," ujarnya, Rabu (18/8/2021).
Jalan Malioboro disebut dia termasuk kawasan yang lampu PJU nya tetap akan dimatikan. Selain itu jalan Diponegoro juga akan dipadamkan selama perpanjangan PPKM Level 4 ini.
BACA JUGA: KPU Tegaskan Pemilu Serentak Tetap 2024
"Yang dinyalakan baru PJU yang ada di Jalan Kusumanegara, lalu jalan di wilayah Gedongkuning akan mulai dinyalakan kembali," katanya.
Di sisi lain, penyalaan lampu PJU itu ke depannya juga akan tetap dievaluasi. Jika menimbulkan keramaian dan aktivitas masyarakat yang berpotensi menimbulkan penyebaran Covid-19 serta meningkatkan mobilitas pengendara, bukan tidak mungkin pemadaman kembali diberlakukan.
"Tetap sambil kami evaluasi nanti hasil pemadamannya. Jika malah menimbulkan kerumunan dan meningkatkan mobilitas pengendara nanti akan kami ambil kebijakan yang sama," ujar dia.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Jogja, Agus Arif Nugroho menyebut, di masa perpanjangan PPKM ini tingkat mobilitas pengendara masih berada di angka 30 persen.
"Kisarannya ya sekitar 30 persen saat ini. Jadi langkah ini juga menekan masyarakat agar tidak perlu banyak keluar untuk mengurangi penyebaran Covid-19," kata dia.
Pintu-pintu masuk Kota Jogja, kata Agus juga masih ditutup, meski terdapat satu penyekatan yang telah dibuka. Harapannya dengan kebijakan ini perpanjangan PPKM level 4 mampu menekan laju penyebaran Covid-19 di wilayah setempat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Bantul menyiapkan survei berkala untuk mengevaluasi SPPG dan pelaksanaan MBG, termasuk jumlah, distribusi, kemasan, dan waktu konsumsi.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Pemkab Sleman dan Klaten menyepakati pembagian PBJT Candi Prambanan untuk mengoptimalkan PAD dan pengembangan kawasan wisata.
Lomba menyanyi Manunggal Fair Kulonprogo batal mendadak. Peserta kecewa karena sudah datang dan menyiapkan penampilan.
Biaya Haji 2027 berpotensi naik. Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf menyebut kenaikan harga avtur dan situasi geopolitik jadi pertimbangan.