GKR Bendara Raih JBBA 2026, Gaungkan Trilogi Mangkubumi
Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) DIY GKR Bendara meraih penghargaan dalam Jogja Brand and Business Awards 2026
Prototype pendeteksi sampah yang sudah dibuat/Ist
Harianjogja.com, JOGJA- Sampah plastik menjadi salah satu bentuk ancaman global yang menjadi isu penting karena pencemarannya terus meningkat setiap tahun. Tidak hanya memenuhi daratan, sampah plastik juga sudah mulai mencemari dan memenuhi ekosistem laut.
Akibatnya, produktivitas perikanan dapat menurun dan implikasi dari mikroplastik bisa masuk ke jejaring makanan (food-chain) yang akhirnya dapat menimbulkan masalah pada kesehatan manusia.
Karena latar belakang itu, lima mahasiswa dari Universitas Islam Indonesia (UII) mengangkat topik tersebut dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang mereka ikuti pada 2021 ini. Lima mahasiswa tersebut adalah Pradipta Annisaa Widyatna (Teknik Industri/Fakultas Teknologi Industri), M Dicky Agus Prawira (Teknik Mesin/Fakultas Teknologi Industri), Syafa Thania Prawibowo (Teknik Industri/Fakultas Teknologi Industri), Irvan Aslam Sahl (Teknik Industri/Fakultas Teknologi Industri), dan Kamila Aurellia (Teknik Industri/Fakultas Teknologi Industri).
Di bawah bimbingan dosen Ir. Abdullah ‘Azzam, S.T., M.T, mereka mengangkat judul “Plastic Waste Detectors and Solvents: Inovasi Teknologi Pembersih Sampah Laut Berbasis Fluida Superkritis untuk Menjaga Ekosistem Laut”. Penelitian dilaksanakan pada 1 Juni 2021 lalu.
Lebih lanjut Pradipta Annisaa Widyatna menjelaskan bahwa pembuatan prototipe alat tersebut relevan bagi kebutuhan masyarakat mengingat sampah plastik banyak dihasilkan dari limbah masyarakat. “Maka dari itu pembuatan prototype ini sangatlah penting bagi kebutuhan masyarakat agar dapat membantu mengurangi pencemaran sampah plastik,” kata dia.
M Dicky Agus Prawira menjelaskan cara kerja alat ini. “Alat ini akan mendeteksi sampah yang ada di permukaan laut dengan menggunakan kamera ESP32 Cam. Ketika alat mendeteksi sampah, alat ini akan mendekati sampah tersebut dengan menggunakan motor DC yang terpasang,” tutur dia.
“Ketika sampah sudah dalam jangkauan alatnya, sampah akan masuk ke conveyor yang akan diteruskan ke wadah cairan superkritis untuk dilarutkan,” lanjut Syafa Thania Prawibowo.
Irvan Aslam Sahl menyimpulkan, alat pendeteksi sampah ini dapat diproduksi secara massal, sehingga dapat mengurangi jumlah sampah laut terutama yang ada di Indonesia.
Kamila Aurellia juga menambahkan bahwa alat pendeteksi sampah ini dalam proses penyelesaian nantinya akan memiliki daya tarik tersendiri bagi pemerintah untuk dapat mengurangi permasalahan sampah plastik di laut yang ada saat ini. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) DIY GKR Bendara meraih penghargaan dalam Jogja Brand and Business Awards 2026
Arung Progo Festival 2026 digelar di Kalibawang, Kulonprogo. Ajang arung jeram nasional ini diharapkan mendorong sport tourism, homestay warga, dan ekonomi loka
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Jadwal DAMRI Jogja ke Bandara YIA 2026 lengkap dengan tarif dan titik keberangkatan. Cek rute dan jam terbaru di sini.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya hari ini berdasarkan data resmi KAI Access.
BMKG prediksi cuaca DIY Jumat (17/7) cerah berawan. Waspada udara kabur di Sleman & Kulonprogo, suhu 20-32°C. Simak info lengkapnya di sini.