Balita Kejang di Malam Hari, Pasien JKN Dapat Penanganan Cepat
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat
Seniman street art membuat mural di tembok jambatan Kleringan Kewek, Tegal Panggung, Kota Jogja, Senin (23/8/2021). Mural tersebut akhirnya ditutup dengan cat putih oleh Satpol PP Jogja karena dinilai provokatif dan melanggar perda./Harian Jogja-Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, JOGJA—Seorang pemuda yang menyebut namanya Bamsuck mengaku grafiti yang dihapus Satpol PP di Jembatan Kewek tersebut adalah karyanya. Dia bersama teman-temannya sengaja membuat grafiti tersebut sebagai bentuk kegelisahan yang dirasakan akhir-akhir ini.
Bamsuck bersama lima temannya membuat mural di Jembatan Kewek pada Sabtu, pekan lalu sekitar pukul 10.30 WIB. Mural tersebut bertuliskan Dibungkam dan Stop Represi.
BACA JUGA: Ratusan Transpuan dan Kelompok Rentan di DIY Disuntik Vaksin
Namun belum sampai 24 jam mural tersebut sudah tidak ada. Padahal untuk membuat mural tersebut membutuhkan waktu lebih dari satu jam.
Geram dengan dihapusnya karya street art tersebut, Bamsuck kembali menuliskan grafiti di dinding yang sama pada Senin pagi bertuliskan Bangkit Melawan atau Tunduk Ditindas!.
Namun, grafiti hanya bertahan beberapa jam dan kembali dihapus oleh petugas. Dia merasa heran dengan petugas karena Jembatan Kewek selama ini dikenal sebagai media seniman jalanan atau street art.
“Itu kan aslinya kan tempatnya seniman Jogja berkarya, itu kan hanya karya kenapa belum sampai 24 jam dihapus? Itu engga masuk kriminal,” ujar Bamsuck.
Bamsuck mengatakan selama dia membuat mural di Jembatan Kewek baru kali ini dihapus oleh petugas. Dia tidak tahu alasannya. Padahal mural bagian dari suara para seniman mengungkapkan kegelisahannya. “Kami kan bersuara, kami rakyat berhak bersuara, apa salahnya rakyat bersuara?” ungkap Bamsuck. Dia meyakini semakin diberangus, mural akan semakin marak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat
Kris Dayanti meraih dua medali emas pada Kejuaraan Nasional Wushu Kungfu 2026. Prestasi di usia 51 tahun ini menjadi inspirasi bahwa semangat berprestasi tidak
Bajaj akan meluncurkan motor listrik terbarunya ke pasar ekspor lebih dulu sebelum India. Amerika Latin dipilih sebagai target utama karena permintaan kendaraan
Asita DIY menilai tren wisata multi-destinasi menjadi peluang besar bagi Yogyakarta untuk meningkatkan lama tinggal wisatawan, memperkuat ekonomi lokal, dan men
Harga Bright Gas resmi turun di DIY dan Pulau Jawa. Bright Gas 12 kg kini Rp220.000 dan 5,5 kg Rp103.000 per tabung mulai Juli 2026.
PT Importa Jaya Abadi membidik ekspansi ke pasar Asia Tenggara setelah memperkuat dominasinya di pasar domestik.