Dua Atlet TASC Wakili DIY pada O2SN Renang Tingkat Nasional
Dua atlet Tirta Amanda Swimming Club, Gendis dan Qyara, lolos mewakili DIY pada O2SN Renang tingkat nasional usai menjadi yang terbaik di provinsi.
Desain stand document holder ergonomis. /Ist.
Harianjogja.com, JOGJA--Para pekerja kantoran yang biasa mengetik suatu naskah biasanya butuh alat bantu untuk penyangga dokumen fisik yang sedang diketik. Alat bantu ini sering disebut stand document holder. Mahasiswa Program Studi Teknik Industri Program Magister FTI UII Rezki Amelia Aminuddin menciptakan alat ini lebih ergonomis dengan berbasis software sehingga bisa mengontrol penggantian setiap lembaran.
“Studi pendahuluan kami mengidentifikasi sebanyak 20 pekerja kantoran menemukan holder yang digunakan mudah rusak, 35 persen merasa bahwa holder yang ada kurang inovatif dan tidak efisien dalam mengganti setiap lembaran dokumen. Selain itu, 45 persen mengalami ketidaknyamanan saat menggunakan holder. Diindikasikan beberapa nyeri terjadi pada leher, bahu dan punggung,” katanya dalam rilis yang diterima, Sabtu (29/8/2021).
BACA JUGA : Mahasiswa Sajikan Inovasi Baru Mendeteksi E.coli
Ia menciptakan sebuah desain stand document holder merupakan penelitian pertama terkait document holder yang memiliki sistem elektromekanik sebagai penggerak utama dan mini software sistem pengontrolan untuk mengganti lembaran demi lembaran. Selain itu dapat digunakan untuk menyesuaikan posisi dokumen, sehingga dapat menjaga postur natural dari penggunanya.
Amelia menggunakan metode Rapid Office Strain Assessment untuk mengidentifikasi gejala musculoskeletal dan menghitung tingkat peningkatan efisiensi waktu kerja sebelum dan setelah menggunakan holder desain baru.
“Waktu penelitian, membuat desain butuh waktu sekitar tiga bulan, pembuatan prototipe dua bulan dan uji coba sekitar sebulan. Dari hasil uji coba tingkat peningkatan efisiensi waktu kerja untuk setiap pengguna setelah menggunakan desain baru adalah 23 persen. Sehingga cocok untuk pekerja kantoran untuk mengetik naskah,” ujarnya.
BACA JUGA : Lindungi Makanan Jogja, Mahasiswa UII Ciptakan Inovasi
Ketua Program Studi Teknik Industri Program Magister FTI UII Hartomo Soewardi menambahkan holder desain baru ini memberikan kesan positif pada pengguna, klasifikasi di atas rata-rata untuk skala pengukuran perspicuity, attractiveness, dan dependability. Holder jenis ini termasuk baru karena belum ada yang memiliki sistem elektromekanik dan pengontrolan melalui software.
“Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, kebutuhan pengguna diperoleh empat atribut yang dibutuhkan dalam desain stand pemegang dokumen, yaitu desain tahan lama, desain menarik, desain yang dapat disesuaikan dan desain yang nyaman,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua atlet Tirta Amanda Swimming Club, Gendis dan Qyara, lolos mewakili DIY pada O2SN Renang tingkat nasional usai menjadi yang terbaik di provinsi.
Gempa M7,1 di Jepang diduga berkaitan dengan sesar yang belum retak sejak gempa besar 2016. Ahli ungkap potensi gempa susulan.
KPK menahan anggota DPRD Jatim Moch Mahrus terkait dugaan suap dana hibah pokmas kepada Anwar Sadad.
PSIM Jogja masih mengevaluasi masa depan Nermin Haljeta jelang Super League 2026/2027, sementara Franco Ramos dipastikan bertahan.
BBPOM Yogyakarta mempercepat penerbitan NIE bagi UMKM pangan olahan agar produk lokal Jogja aman, bermutu, dan mampu bersaing.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.