Di Balik Kantong Darah untuk Pasien, Ada Peran Teknisi Pelayanan Darah
Profesi teknisi pelayanan darah masih belum banyak dikenal masyarakat. Padahal, tenaga inilah yang bertanggung jawab memastikan setiap kantong darah aman
Proses analisis ekstrak limbah kubis sebagai bioreduktor untuk sintesis nanopartikel emas./Ist
Harianjogja.com, JOGJA-Tiga mahasiswa, Febrianti Putri Nandini, Anita Putri, dan Rima Noveiana dari Program Studi Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Islam Indonesia (UII) turut mengirimkan proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diselenggarakan oleh Pemerintah.
Proposal berjudul "Biosensor E.coli Berbasis Nanopartikel Emas dari Sintesis Limbah Kubis (Brassica oleracea L.) Terkonjugasi Antibody E. coli dan PANI" itu lolos dan risetnya sudah terselesaikan dengan baik di bawah bimbingan dosen Prof. Riyanto, M.Si., Ph.D. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Riset Kimia FMIPA UII pada 1 Juni 2021.
Febrianti Putri Nandini menjelaskan Indonesia memiliki beragam jenis sumber air dan yang paling sering digunakan dalam kehidupan masyarakat yaitu air yang bersumber dari PDAM dan air tanah (air sumur galian). Salah satu parameter kualitas air yang baik adalah air yang bebas dari mikroorganisme, salah satunya Escherichia coli.
Air sumur galian mudah terkontaminasi oleh E. coli karena dekat dengan permukaan tanah sehingga rembesan yang mengandung kotoran manusia maupun hewan akan mempengaruhi kualitas air. Makanan dan minuman yang diproduksi menggunakan air sumur tercemar dapat mengakibatkan keracunan.
Berdasarkan data dari Badan Pengawas Obat dan Makanan, di Indonesia terdapat 819 kasus keracunan minuman dengan persentase terbesar kedua yaitu 13,19% dan 474 kasus keracunan makanan pada tahun 2019. Untuk mengatasi tingginya angka keracunan yang disebabkan oleh faktor makanan atau minuman, diciptakan suatu inovasi biosensor dengan basis nanopartikel yang disintesis secara green synthesis dari limbah kubis.
"Limbah kubis mendominasi 60 persen dari limbah pasar yang merupakan limbah organik dan jika menumpuk akan menyebabkan pencemaran lingkungan. Sementara, kubis memiliki kandungan polifenol yang dapat dimanfaatkan sebagai bioreduktor untuk sintesis nanopartikel emas. keunggulan yaitu sensitivitas dan selektivitas tinggi, limit deteksi rendah, respon deteksi cepat, penggunaan reagen sedikit, dan harga terjangkau," tutur Febrianti menjelaskan ide dari penelitian itu.
Kelompok berpendapat penelitian ini relevan dengan kebutuhan masyarakat karena banyaknya masyarakat yang menggunakan sumber air sumur atau galian sebagai sumber mata air utama untuk menjalankan kehidupan sehari-hari, salah satunya juga sebagai air konsumsi. Tentu saja, air galian tersebut tidak terlepas dari kontaminasi bakteri E. coli yang bersifat patogen dan dapat menyebabkan berbagai penyakit bawaan air (water borne disease).
Proses kerja dimulai dengan menyintesis nanopartikel emas dari limbah kubis yang kemudian dikonjugasikan dengan polianilin (PANI) sebagai zat penstabil dan antibodi E.coli sebagai agen reaktif spesifik terhadap antigen bakteri E. coli dalam sampel air sumur. Pengukuran konsentrasi E.coli dilakukan secara elektrokimia dengan mengukur sinyal dari tiga sistem elektroda yaitu karbon sebagai Working Electrode dan Counter Electrode , dan Ag/AgCl (KCl jenuh) sebagai Reference Electrode.
"Semua tegangan yang diterima reaktif terhadap elektroda Ag/AgCl. Dideteksi pada potensial 1.5 V hingga -1.5 V. Semua pengukuran dilakukan pengukuran pada suhu kamar (25oC) sehingga diperoleh voltammogram dengan peak sebanding terhadap konsentrasi E. coli," jelas Anita Putri.
Rima Noveiana mewakili kelompok berharap usulan kelompok tersebut dapat bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama dalam menyumbangkan inovasi baru deteksi E.coli pada sumber mata air sehingga dapat mengurangi tingkat keracunan makanan dan minuman di Indonesia. Selain itu, penggunaan bioreduktor dari ekstrak limbah kubis diharapkan dapat meningkatkan kesehatan lingkungan. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Profesi teknisi pelayanan darah masih belum banyak dikenal masyarakat. Padahal, tenaga inilah yang bertanggung jawab memastikan setiap kantong darah aman
Jadwal Piala Presiden 2026 hari ini menghadirkan Persija Jakarta vs Port FC dan PSMS Medan vs Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo.
“Priangan Timur merupakan salah satu wilayah yang pertumbuhan konsumen MAXI Yamaha-nya terus menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir,"
Uganda resmi menyatakan wabah Ebola berakhir setelah 42 hari tanpa kasus baru. Keberhasilan ini dinilai sebagai hasil pengendalian dan pemutusan rantai penulara
Selain Mitsubishi Pajero Sport, ada sejumlah SUV bekas yang layak dilirik seperti Toyota Fortuner, Isuzu mu-X, Ford Everest, dan Chevrolet Trailblazer.
Persib Bandung lolos ke semifinal Piala Presiden 2026 usai kalahkan DPMM FC 1-0. Gol Balsa Sekulic dari bola muntah penalti dan pujian untuk pemain muda.