Tiga Mahasiswi UII Ciptakan Produk Kosmetik Eldey Berbahan Salak & Lidah Buaya

Tim Eldey de Nature. - Ist
03 September 2021 18:07 WIB Media Digital Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Pandemi Covid-19 membuat semua orang wajib menggunakan masker. Hal ini menyebabkan wajah lebih rentan mengalami inflamasi yang disebut juga dengan maskne (masker acne).

Salah satu Tim PKM-K Universitas Islam Indonesia (UII) yakni Ulimazzada Islamy (Statistika/Fakultas MIPA), Widya Astuti (Statistika/Fakultas MIPA), dan Hanna Nurmilzamah (Farmasi/Fakultas MIPA) kemudian mencoba menciptakan produk kosmetik untuk mengatasi permasalahan kulit tersebut dengan memanfaatkan bahan dasar alami. Mereka mengangkat karya tersebut dengan judul “Eldey De Nature: Bisnis Toner Salak dan Lidah Buaya”.

Ulimazzada mengatakan bahan utama produk ini yaitu ekstrak buah salak sebagai anti-aging dan kaya akan vitamin C untuk mencerahkan, serta ekstrak lidah buaya untuk inflamasi dan juga melembabkan. Bahan utama ini terinspirasi dari kurangnya innovasi pada pemanfaatan buah salak terutama di daerah penghasil buah salak terbesar yaitu Sleman, DIY. “Melihat bahwa produksi buah salak di Kabupaten Sleman salah satu produksi yang besar di Indonesia, maka kami tertarik membuat suatu produk skincare dengan berbahan utama ekstrak buah salak,” kata Ulimazzada.

Kelompok mengaku telah melakukan riset yang bertujuan untuk mengetahui masalah yang dialami orang saat ini. Sebanyak 346 responden menyampaikan bahwa permasalahan mereka yaitu terjadinya inflamasi (jerawat dan bekas jerawat). Serta tidak sedikit pula yang mengeluh tentang kulit kusam, tekstur kulit, dan pori-pori yang membesar. “Kami melakukan analisis mendalam dan menemukan bahwa pandemi Covid-19 ini semua orang wajib menggunakan masker dan hal ini yang membuat masalah inflamasi tersebut,” lanjut Ulimazzada.

Dengan mempertimbangkan peluang bisnis yang ada, kelompok kemudian memanfaatkannya untuk membangun sebuah bisnis yang prospektif. “Eldey De Nature” hadir dengan membawa produk yang menyelesaikan permasalahan kulit masyarakat Indonesia. Produk ini dirancang dengan estrak tumbuhan (persentase tinggi) dengan memanfaatkan hasil komoditas salak asli Sleman.

“Produk ini dinilai layak untuk dipasarkan dan memiliki nilai jual tinggi. Produk ini dapat dipasarkan di tempat khus penjualan skincare, supermarket, expo kecantikan serta memasarkannya dengan menggunakan strategi online atau melalui website dan sosial media,” tutur Widya Astuti.

Dalam melaksanakan kegiatan, eldey menggunakan metode POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controling). Pada tahap planning, tim melakukan perencanaan pelaksanaan kegiatan dalam proses produksi dan marketing secara detail dan matang. Tahap selanjutnya yaitu organizing atau mengorganisasi sumber daya yang tersedia agar dapat digunakan secara efektif dan efisien dalam produksi toner eldey. Sumber daya dalam kegiatan perancangan prototipe dan konsep Eldey meliputi sumber daya manusia, waktu, energi serta sumber daya finansial. tim perlu membagi tugas sesuai dengan job description.

Proses selanjutnya adalah tahap actuating yakni proses implementasi dari tahap perencanaan dan pengorganisasian, melakukan pembuatan produk dan uji coba. Terakhir, controlling yakni pada tahap ini setelah produk eldey diuji di beberapa sampel dengan tipe kulit dan masalah kulit yang berbeda, produk tersebut dievaluasi secara menyeluruh agar bisa tahu bahwa produk ini bekerja secara sangat baik di seluruh tipe kulit dan menyembuhkan permasalahan inflamasi pada kulit wajah.

Produk ini diharapkan bisa menjadi jawaban bagi masyarakat yang memiliki permasalahan wajah. Membuat orang kembali percaya diri. Lalu, dengan adanya produk Eldey, timjuga ingin ikut serta memajukan petani lokal yang bekerja pada komunitas tersebut.

“Eldey mempunyai konsep produk yang berdasarkan pada bahan-bahan alami dengan kualitas terbaik yang menghasilkan formulasi yang efektif. Kami menggunakan tagline yaitu “be the nature you”. Kami percaya bahwa kecantikan dimulai dari diri sendiri. Melalui setiap langkah kecil kami untuk terus berinovasi, kami memanfaatkan alam dan mengolahnya menjadi produk yang berharga dalam perawatan kulit sehari-hari,” pungkas Hanna Nurmilzamah. (ADV)