Apa Itu Gelombang Panas? BMKG Jelaskan Fenomena yang Landa Eropa
Gelombang panas Eropa: 1.300 tewas, Jerman 41,7°C. BMKG jelaskan penyebab dan dampaknya. Indonesia tak alami heat wave, tapi tetap waspada!
Penyandang disabilitas antre untuk mendapatkan vaksin Covid-19. /Harian Jogja-Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, BANTUL - Sebanyak 654 warga disabilitas dan pendamping di Bantul menjalani vaksinasi yang digelar oleh Dinas Kesehatan Bantul, Sabtu (28/8/2021) di Balai Rehabilitasi Terpadu Penyandang Disabilitas (BRTPD) Piring, Kalurahan Srihardono, Pundong, Bantul.
Vaksinasi menggunakan vaksin Sinopharm ini adalah vaksinasi ketiga untuk warga disabilitas, setelah sebelumnya ada 445 warga disabilitas divaksin di sentra vaksinasi Dinkes Bantul dan 500 warga disabilitas divaksin di SLB Manding.
Kasi Surveilans dan Imunisasi, Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit, Dinkes Bantul, Abednego Dani Nugroho mengatakan di Bantul ada 6.000 warga disabilitas yang masuk dalam sasaran vaksinasi. Dari jumlah tersebut, separuh divaksin menggunakan vaksin Sinopharm.
Baca juga: Harga Cabai Merosot, Petani Sleman Merugi
“Sisanya untuk yang dibawah 18 tahun, akan menggunakan vaksin Sinovac. Dan target kami, vaksinasi menggunakan Sinopharm dosis pertama selesai September ini,” kata Abed, Sabtu (28/8/2021).
Mengenai vaksinasi yang digelar di BRTPD Piring, Abed mengatakan ada 654 sasaran yang berasal dari sembilan kapanewon. Selanjutnya, usai 654 tervaksin, pihaknya akan meneruskan vaksinasi ke 530 sasaran dari delapan kapanewon.
“Sehingga nantinya akan didapatkan 1.184 warga disabilitas dan pendamping yang akan tervaksin dosis pertama. Khusus untuk warga disabilitas kami suntikkan vaksin Sinopharm, sedangkan untuk pendamping, kami suntikkan vaksin Sinovac,” jelasnya.
Baca juga: Kota Jogja Laksanakan Program Sekolah Penggerak di 2022
Ketua Tim Penggerak PKK DIY, GKBRAA Paku Alam X mengatakan, sejatinya ada 11.000 vaksin Sinopharm yang awalnya digunakan untuk calon jemaah haji, namun dalam perkembangannya diberikan kepada warga disabilitas.
Hanya saja, dengan jumlah 11.000 vaksin Sinopharm yang diterima DIY, diakuinya sangat terbatas, sehingga hanya warga disabilitas yang akan mendapatkan vaksin Sinopharm. Sedangkan pendamping bisa menggunakan vaksin merek lainnya.
“Kami berharap langkah ini lebih mempercepat vaksinasi di Bantul,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gelombang panas Eropa: 1.300 tewas, Jerman 41,7°C. BMKG jelaskan penyebab dan dampaknya. Indonesia tak alami heat wave, tapi tetap waspada!
Kasus dugaan pembubaran ibadah GMS Bantul terus diselidiki, 31 saksi diperiksa, polisi siapkan penetapan tersangka.
Harga Minyakita tetap Rp15.700 per liter meski CPO naik, pemerintah prioritaskan daya beli masyarakat.
Bantul tetapkan siaga darurat kekeringan hingga September, dampak El Nino mulai terasa.
KPK minta Bupati Kuansing dan Sekda menyerahkan diri usai OTT, 10 orang diamankan.
Modus sewa ilegal TKD Condongcatur terbongkar, 17 penyewa setor Rp1,3 miliar, negara rugi Rp1,7 miliar.