5 Cara Menyisir Rambut Agar Rapi dan Tampil Percaya Diri
Pelajari 5 cara menyisir rambut yang benar agar lebih rapi, sehat, bervolume, dan tahan lama dengan pemilihan sisir serta produk styling yang tepat.
Yenny Wahid./Harian Jogja-Sunartono
Harianjogja.com, SLEMAN-Aktivis sosial Zannuba Ariffah Chafsoh atau biasa disapa Yenny Wahid menyatakan ketidaksetujuannya jika ada pihak yang mencoba memberangus karya seni mural. Putri Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid ini menilai mural masih dibutuhkan sebagai ungkapan kritik di tengah masyarakat yang demokratis.
Yenny menilai mural merupakan suatu bentuk karya seni yang bersifat klandestin atau dibuat secara sembunyi sebagai bentuk ekspresi penciptanya. Ekspresi ini biasanya mewakili sekaligus cerminan dari gejolak yang ada di tengah masyarakat.
“Mural itu kan sifatnya klandestin itu artinya sembunyi-sembunyi mengekspresikan perasaan yang ada di masyarakat dan itu cerminan gejolak di masyarakat,” katanya kepada wartawan di sela-sela penyerahan bantuan ambulans oleh Wahid Foundation, Rabu (1/9/2021) sore.
Ia menambahkan baginya pribradi saat ini berada di tengah masyarakat yang demokratis. Sehingga perlu untuk terus merefleksikan sekaligus mengingatkan pemimpin akan tugasnya agar sejalan dengan suasana kebatinan masyarakat. Mural selama ini menjadi salah satu wahana ekspresi seni yang kadang berisi kritik berasal suasana kebatinan masyarakat ditujukan kepada pemerintah.
Oleh karena itu Yenny tidak setuju jika mural berusaha diberangus. Mural justru sangat dibutuhkan agar nurani bangsa ini bisa tetap terjaga. “Mural itu menjadi salah satu alat, salah satu cara untuk kita melakukan refleksi diri terus menerus agar masyarakat betul-betul bisa terus didengar perasaanya. Jadi kalau ada yang mencoba memberangus mural, saya tidak setuju, justru mural itu kita butuhkan agar bangsa ini tetap terjaga nuraninya,” katanya.
Menurutnya pemimpin atau siapa pun tidak perlu takut dengan mural, sehingga tidak perlu ada mural yang harus dihapus, kecuali mural tersebut secara tata bahasa berisi ujaran kebencian. Selama masih bersifat kritik, Yenny menilai sah-sah saja.
“Kalau kita takut pada mural, artinya ada sesuatu yang salah pada masyarakat kita. Kecuali mural bersifat menganggu, sifatnya ujaran kebencian saya tidak setuju. Tetapi kalau sekadar ungkapan kritis, cuma sekadar kreativitas yang menyentil nurani kita, menurut saya sah-sah saja,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pelajari 5 cara menyisir rambut yang benar agar lebih rapi, sehat, bervolume, dan tahan lama dengan pemilihan sisir serta produk styling yang tepat.
SPMB 2026 menunjukkan minat masyarakat terhadap madrasah di Kulonprogo meningkat. MAN 2 Kulonprogo menerima 238 siswa baru.
OIKN mengusulkan tambahan anggaran Rp2,7 triliun untuk pembangunan IKN batch 3, pengelolaan aset, dan pembebasan lahan periode 2026-2028.
Prabowo menegaskan Indonesia terbuka bagi semua negara yang ingin bermitra dengan prinsip saling menguntungkan saat groundbreaking LNG Abadi Masela.
KFC Jepang menutup aplikasi pemesanan setelah mitra logistik Nichirei Group terkena serangan siber yang mengganggu distribusi bahan baku.
Penerimaan PBB-P2 Bantul mencapai Rp34,8 miliar hingga Juni 2026. Pemkab menyiapkan insentif bagi kalurahan yang melunasi pajak tepat waktu.