Pengusaha Baju Muslim di Bantul Raup Omzet Rp1 Miliar dalam Sebulan
Pada April tahun ini, omzet usahanya bahkan menembus Rp1 miliar dalam satu bulan, sementara omzet rata-rata bulanannya mencapai puluhan hingga ratusan juta
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji. /Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, JOGJA- Pemda DIY mengklaim status pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di DIY memenuhi syarat untuk turun level dari level 4 ke level 3. Namun Pemda DIY masih menunggu keputusan dari Pemerintah Pusat.
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji mengatakan, keyakinannya DIY sudah bisa masuk level 3 karena angka positivity rate sudah lima persen, BOR (Bed Occupancy Rate) atau keterisian bed di rumah sakit] sudah 30an persen, angka rata-rata kasus aktif sudah turun drastis sudah dibawah 300an.
“Kalau hitungan saya mestinya kita sudah di level tiga. Tapi tentu keputusan pastinya tetap dari Pemerintah Pusat,” kata Baskara Aji, di Kompleks Kepatihan, Senin (6/9/2021).
Jika pun DIY turun level, baskara Aji tetap meminta masyarakat untuk bersabar, menahan diri untuk mobilitas karena level 4 dan 3 juga pemberlakuannya hampir sama. Kecuali sudah level 2 bisa lebih longgar. DIY, kata dia, jika turun level pastinnya menjadi level tiga dan tidak mungkin turun sampai level 2.
Baca juga: Pemda DIY Bangun Showroom UMKM di Exit Tol
Sehingga kalau pun turun level, sambung dia, semua objek wisata dan fasilitas umum lainnya masih tutup. Pihaknya tidak ingin lagi melihat destinasi wisata ramai kembali seperti akhir pekan lalu. Padahal DIY masih dalam level 4. Pemda DIY sudah memerintahkan kepada Satuan Polisi Pamong Praja dan Dinas Perhubungan untuk menjaga kembali supaya destinasi wsiata tidak buka.
Dia mengakui memang untuk mengusir wisatawan yang sudah di DIY cukup sulit, “Paling-paling yang bisa dilakukan dalah melarang kendaraan parkir di tempat yang tidak seharusnya [ketika tempat khusus parkir kendaraan wisatawan tutup],” ujar Baskara Aji.
Sebagaimana diketahui pada Sabtu dan Minggu pekan lalu banyak kendaraan wisatawan yang parkir di Jalan Bhayangkara ketika tempat khusus parkir ditutup. Wisatawan kemudian berjalan kaki menuju sentra oleh-oleh khas Jogja. Menurut Baskara Aji, kendaraan wisatawan sudah diputar balik di sejumlah destinasi wisata di kabupaten, sehingga larinya ke wilayah kota.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pada April tahun ini, omzet usahanya bahkan menembus Rp1 miliar dalam satu bulan, sementara omzet rata-rata bulanannya mencapai puluhan hingga ratusan juta
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.